sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Sekjen PDIP: Jangan uji kesabaran revolusioner kami

Serangan terhadap PDI-P bertujuan mengganggu pemerintahan Jokowi.

Fathor Rasi
Fathor Rasi Jumat, 26 Jun 2020 13:22 WIB
Sekjen PDIP: Jangan uji kesabaran revolusioner kami
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 72347
Dirawat 35349
Meninggal 3469
Sembuh 33529

Sekjen DPP PDI-Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai serangan terhadap partai berlambang banteng moncong putih itu memiliki tujuan lebih jauh, yakni mengganggu pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

"Untuk itu PDI Perjuangan menegaskan bahwa dialog dan musyawarah kita kedepankan, namun jangan uji kesabaran revolusioner kami," ujar Hasto dalam keterangannya, Jumat (26/6). 

Pernyataan Hasto ini muncul setelah Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri, mengeluarkan Surat Perintah Harian merespons aksi pembakaran bendera partai yang dinahkodainya itu, Rabu (24/6).

PDI-P, sambung dia, menegaskan bahwa jalur hukum selalu ditempuh partai meski partai sering di-kuyo-kuyo, dikepung dan dipecah belah dengan stigma lama.

“Saya teringat ketika konsolidasi dilakukan paska peristiwa Kudatuli 27 Juli 1996. Saat itu ada yang mengusulkan untuk melakukan perlawanan terhadap rezim. Namun Ibu Megawati Soekarnoputri mengambil langkah yang mengejutkan, yakni membentuk Tim Pembela Demokrasi dan melakukan gugatan di lebih dari 267 kabupaten/kota,” kenang Hasto.

Saat itu, lanjut dia, ada yang memprotes langkah hukum tersebut, mengingat seluruh kekuasaan hukum dan kehakiman tunduk pada pemerintahan otoriter yang antidemokrasi. 

"Dan saya ingat betul bagaimana Ibu Megawati menegaskan dengan penuh keyakinan," ungkapnya.

Dia lantas menceritakan sikap Megawati yang tetap konsisten menempuh jalur hukum dengan penuh keyakinan.

Sponsored

"Keyakinannya terbukti, seorang hakim yang bernama Tobing di Riau memenangkan gugatan PDI dan posko gotong royong berdiri spontan. Inilah cermin dukungan rakyat. Itulah esensi kekuatan moral," terangnya

Keyakinan inilah, jelas Hasto, yang mendorong PDI-P untuk menempuh jalan hukum. "Indonesia itu milik semua, bukan milik sekelompok orang. Pak Jokowi dan KH Ma’ruf Amin itu pemimpin yang selalu berdialog dan mendengarkan aspirasi rakyat," jelasnya.

Hasto menegaskan, PDI-P merupakan partai Nasionalis-Soekarnois yang selalu berjuang untuk bangsa dan negara. "Kami dididik untuk mencintai negara ini lebih dari segalanya dan membangun persaudaraan sebagai saudara sebangsa dan setanah air, untuk Indonesia yang satu," ungkapnya.

Untuk seluruh kader PDI-P, dia berpesan agar mengedepankan semangat persaudaraan dan rekonsiliasi, sebagaimana ketika Megawati menyerukan untuk “Stop Hujat Pak Harto”.

"Meski rakyat tahu, bagaimana keluarga Bung Karno selalu dipinggirkan, namun rakyat selalu menempatkan sosok Bung Karno sebagai sosok pembebas, Proklamator dan Bapak Bangsa Indonesia," katanya.

Dia menambahkan, bagi PDI-P, politik itu menebar kebaikan, dan membangun optimisme. “Prioritas utama kami saat ini adalah membantu rakyat akibat Covid-19,” pungkasnya.

Berita Lainnya