sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Sertijab Menko Polhukam, Wiranto-Mahfud baku puji

Ini kali kedua Mahfud MD menggantikan Wiranto sebagai menteri.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Rabu, 23 Okt 2019 18:13 WIB
Sertijab Menko Polhukam, Wiranto-Mahfud baku puji

Meskipun kondisinya belum pulih seratus persen, eks Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyempatkan diri menghadiri serah terima jabatan (sertijab) Menko Polhukam di kantornya di Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (23/10). 

"Harusnya saya masih di rumah sakit. Tapi saya izin dokter untuk datang sejenak kemari (untuk) melakukan acara serah terima dengan Pak Mahfud. Ini merupakan salah satu kewajiban di masa akhir jabatan saya," kata Wiranto di hadapan hampir seluruh pegawai Kemenko Polhukam.

Wiranto saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto karena ditusuk salah satu anggota Jamaah Ansharut Daullah (JAD) di Pandeglang, Banten, belum lama ini. 

Sebagaimana susunan kabinet yang diumumkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pagi ini, posisi Wiranto sebagai Menko Polhukam akan digantikan oleh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD.  

Wiranto mengatakan, ia sudah lama mengenal sosok Mahfud. Ia meyakini, Mahfud bakal mampu meningkatkan kinerja Kemenko Polhukam lebih baik dibandingkan dirinya. Apalagi, Mahfud juga telah berpengalaman menjadi menteri.

"Pernah juga beliau (Mahfud) waktu itu menggantikan saya di Menteri Pertahanan. Dengan demikian, maka saya mengharapkan bahwa dengan kehadiran beliau di Kemenko Polhukam akan lebih bisa melakukan tugas-tugas yang lebih baik lagi. Itu harapan kita semua," ujar Wiranto.

Ada beberapa hal yang Wiranto titipkan kepada Mahfud sebagai Menko Polhukam. Salah satunya ialah terkait tugas Kemenko Polhukam untuk  menjaga supaya dinamika yang terjadi di masyarakat tidak mengganggu stabilitas politik dan keamanan. 

Ia berharap, Mahfud dapat cekatan membaca setiap dinamika yang muncul. "Kalau demikian berhasil baik, maka akan membantu pertumbuhan ekonomi nasional. Hanya itu tugasnya sebenarnya. Terlihatnya sederhana, tapi dalam prakteknya memang sangat rumit dan sangat beragam," tuturnya. 

Sponsored

Lebih jauh, Wiranto mengaku legawa tak menjabat sebagai menteri lagi. Apalagi, ia sudah lima kali menjadi pembantu Presiden. "Ini sudah saatnya saya menyerahkan kepada teman-teman atau orang-orang yang yang lebih kredibel dan lebih punya kompetensi," kata dia.

Mahfud terharu

Mahfud MD mengaku terharu Wiranto menyempatkan diri menghadiri sertijab di Kemenko Polhukam. "Sebenarnya saya berpikir, kalau perlu nanti serah terimanya di rumah sakit gitu. Tetapi, ternyata Pak Wiranto sudah di sini. Saya sungguh terharu dan terima kasih. Sesuai dengan pesan Pak Jokowi, pokoknya begitu dilantik, saya akan langsung kerja,” ucap Mahfud.

Mahfud mengatakan, selalu ada kesan positif yang membekas ketika Mahfud menggantikan posisi Wiranto. Menurut dia, Wiranto merupakan sosok yang mampu mengayomi seluruh pegawai kementerian yang ia pimpin. Tak terkecuali di Kemenko Polhukam. 

"Saya sudah dua kali mengganti posisinya Pak Wiranto. Dulu saya jadi Menteri Pertahanan. Selalu ada kesan yang sangat baik dari tempat kerja dan orang-orang di mana Pak Wiranto meninggalkan tempat tersebut. Dulu, saya di Menhan, ceritanya orang-orang di sana sangat terkesan kepada Pak Wiranto. Sangat mengayomi, sangat dekat," tuturnya. 

Lebih jauh, Mahfud mengaku mengapresiasi apa yang telah dikerjakan Wiranto di Kemenko Polhukam. Ia berjanji akan meneruskan pekerjaan rumah yang ditinggalkan Wiranto untuknya. "Tadi disebutkan mislanya radikalisasi, hak asasi, penegakan hukum dan sebagainya," imbuh dia.  

Berita Lainnya