sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Setahun pandemi Covid-19, pemerintah dinilai salah strategi

Pemerintah bersikap ganda dalam menangani pandemi Covid-19

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Selasa, 02 Mar 2021 15:10 WIB
Setahun pandemi Covid-19, pemerintah dinilai salah strategi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Pandemi Covid-19 di Indonesia genap satu tahun sudah sejak kasus pertama ditemukan pada 2 Maret 2020. Namun, penanganannya dinilai belum maksimal, bahkan salah strategi bila dilihat dari pertumbuhan kasus yang mencapai 1.341.314 kemarin.

"Saya melihat penanganan pandemi sejak awal sudah salah strategi. Pada awal pandemi sikap pemerintah cenderung cuek, menyepelekan, dan menjadikannya sebagai lelucon. Sementara negara-negara lain bersiap-siap mengetatkan akses masuk ke negaranya, kita malah promosi wisata. Setelah itu malah kita yang di-lockdown oleh negara-negara lain karena kasus positif yang terus melonjak dan penanganannya yang buruk," kata anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher kepada Alinea.id, Selasa (2/3).

Padahal, sambung Netty, dirinya sudah berulang kali mengingatkan pemerintah untuk menangani wabah dengan basis data kesehatan yang kuat. Hanya saja, lanjutnya, pemerintah bersikap ganda dalam menangani pandemi Covid-19.

"Namun, pemerintah ‘mendua hati’ antara kesehatan dan ekonomi. Saat itu banyak sekali saran dari pakar epidemiologi agar tidak tergesa-gesa menerapkan new normal, tetapi itu semua diterabas oleh pemerintah," papar Netty.

Terkait pengadaan vaksin, politikus PKS ini mengingatkan pemerintah agar tidak ada tahapan dan rekomendasi ilmiah yang diabaikan.

"Safety, efficacy, dan quality menjadi dasar dikeluarkannya EUA (Emergency Use Authorization) dari BPOM. Termasuk status halal dari MUI. Jangan ada pemburu rente dalam pengadaan dan pelaksanaan vaksinasi. Wacana vaksin mandiri atau gotong royong berpotensi mengaburkan tercapainya herd immunity," ujarnya.

Vaksinasi, jelas Netty, hanya salah satu cara untuk menangani pandemi. Baginya, strategi 3T (testing, tracing, dan treatment) serta penerapan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) harus tetap ditingkatkan.

"Sampai saat ini, angka testing kita masih rendah dan tidak merata dibandingkan negara lain dengan kasus yang tinggi," ujarnya.

Sponsored

Di samping itu, Netty meminta pemerintah untuk tetap memberikan pelindungan terhadap tenaga kesehatan, baik dalam pengadaan alat pelindung diri (APD) serta urusan insentif yang tidak boleh dikurangi atau dipotong.

"Mereka adalah garda terdepan sekaligus benteng terakhir pejuang kemanusiaan dalam penanganan pandemi," tegasnya.

Penanganan pandemi ini, urainya, membutuhkan sosok pemimpin yang mampu mengorkestrasikan semua potensi bangsa. Semua energi bangsa harus dihimpun dan digerakkan.

"Kepemimpinan yang mampu mengelola komunikasi publik dan menghilangkan infodemik. Kepemimpinan yang memberikan teladan bagi rakyat untuk bersama-sama melawan Covid-19, bukan justru memicu kerumunan yang tentunya tidak taat protokol kesehatan," pungkas Netty.

Berita Lainnya