sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

‘Sikap PKS jadi oposisi tepat, PAN dan Demokrat plinplan’

"Kalau tidak ada oposisi, itu biang penyakit untuk demokrasi. Jadi, fungsi oposisi ya penyeimbang," kata Syaifuddin.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Jumat, 15 Nov 2019 16:27 WIB
‘Sikap PKS jadi oposisi tepat, PAN dan Demokrat plinplan’
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 59394
Dirawat 29740
Meninggal 2987
Sembuh 26667

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akhirnya menyatakan sikap sebagai oposisi terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo, selama lima tahun ke depan. Sikap ini diputuskan dalam rapat koordinasi nasional (rakornas) di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (14/11).

Pakar komunikasi politik dari Universitas Mercu Buana, Jakarta, Syaifuddin mengatakan sikap PKS sudah tepat. Menurutnya, sikap PKS sebagai oposisi sudah seharusnya ada dalam sistem presidensial.

"Saya setuju dengan PKS yang ambil posisi sebagai oposisi. Kalau tidak ada oposisi, itu biang penyakit untuk demokrasi. Jadi, fungsi oposisi ya penyeimbang," kata Syaifuddin saat dihubungi Alinea.id, Jumat (15/11).

Kini, hanya tinggal Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat yang belum menentukan sikap politiknya.

Terkait dua partai politik itu, Syarifuddin menilai keduanya plinplan. Semestinya, kata dia, harus ada sikap tegas untuk menyatakan diri.

"Mereka main dua kaki. Jadi, tidak ada sikap yang tegas, apakah ada di oposisi atau pemerintahan," ujarnya.

Menurut Syaifuddin, PAN dan Demokrat tak lepas dari sikap oportunis para elite yang ingin mencari peluang. Sikap mereka akan berbanding terbalik, jika mendapat kesempatan untuk menjadi bagian dari kekuasaan.

"Lihat saja manuver ketua umumnya ngintip sana-sini untuk mencari peluang. Sikap oportunis itu terlalu tinggi," katanya.

Sponsored
Berita Lainnya