sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Soal kunjungan ke luar negeri, Jokowi bela Prabowo

Lawatan Prabowo masih dalam rangka diplomasi pertahanan. Apalagi tantangan bidang pertahanan semakin luas spektrumnya.

Akbar Ridwan
Akbar Ridwan Kamis, 23 Jan 2020 11:40 WIB
Soal kunjungan ke luar negeri, Jokowi bela Prabowo
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 68079
Dirawat 33135
Meninggal 3359
Sembuh 31585

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pasang badan untuk Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang acapkali pergi ke sejumlah negara. Dalam pidatonya, Jokowi menyampaikan pembelaannya terhadap Prabowo pada Rapat Pimpinan Kementerian Pertahanan tahun 2020.

Menurut dia, lawatan Prabowo masih dalam rangka diplomasi pertahanan. Bekas Wali Kota Solo itu menyampaikan demikian karena tantangan bidang pertahanan semakin luas spektrumnya.

"Jadi, kalau ada yang mempertanyakan Pak Menhan (Prabowo) pergi ke sebuah negara, pergi ke sebuah negara, pergi ke sebuah negara, itu adalah dalam rangka diplomasi pertahanan kita," kata Jokowi di Jakarta, Kamis (23/1).

Diplomasi pertahanan, kata Jokowi, merupakan salah satu cara untuk menghadapi tantangan yang semakin luas. Di sisi lain, kegiatan Prabowo tersebut juga untuk meredam ketegangan antarnegara.

Lebih lanjut, Jokowi mengungkap lawatan Prabowo ke sejumlah negara selain untuk diplomasi pertahanan, juga dalam rangka pengecekan alutsista yang hendak dibeli Indonesia.

"Meskipun saya tahu beliau (Prabowo) ke negara-negara tertentu dan dalam rangka melihat alutsista yang ingin kita beli. Bagus atau tidak bagus. Benar atau tidak benar. Bisa digunakan atau tidak bisa digunakan. Semuanya dicek secara detail," ujar dia.

Sebelumnya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengkritisi kinerja Prabowo yang acapkali melakukan kunjungan kerja ke luar negeri. Dia menganggap apa yang dilakukan mantan Danjen Kopassus tidak sejalan dengan perintah Presiden Jokowi.

"Pertama, Pak Jokowi saat 16 Agustus 2019 lalu sudah mengingatkan agar meminimalkan kunjungan ke luar negeri. Bahkan secara demonstratif beliau menunjukkan via handphone (HP), bahwa kunjungan luar negeri bisa melalui seluler. Karena dunia sudah terkoneksi," kata politikus PKS Mardani Ali Sera.

Sponsored

Jika memang sangat diperlukan, PKS sebenarnya tidak mempermasalahkan aktivitas tersebut. Hanya saja, kata Mardani, sebaiknya Prabowo dapat memastikan apakah aktivitas tersebut bisa membawa dampak positif bagi negara.

Kunjungan Prabowo

Diketahui, setelah dilantik sebagai Menhan pada 23 Oktober 2019, Prabowo kerap melakukan kunjungan kerja ke luar negeri. Terhitung, hingga hari ini, sudah tujuh negara ia datangi. Adapun negara-negara yang sudah dikunjungi seperti Malaysia, Thailand, Turki, China, Filipina, Jepang, dan Prancis.

Malaysia menjadi negara pertama yang Prabowo kunjungi. Pada 24 November 2019, Prabowo dijadwalkan bertemu Menhan Malaysia, Mat Sabu. Hasil dari pertemuan tersebut melahirkan  kerja sama pertahanan. Salah satunya soal rencana pengiriman personel TNI ke sana. 

Setelah itu, Prabowo berkunjung ke Bangkok, Thailand pada 17 November 2019. Prabowo menghadiri ASEAN Defence Ministers' Meeting (ADMM). Pertemuan itu merupakan bagian KTT ASEAN yang juga dihadiri Presiden Joko Widodo.

Kunjungan kerja Prabowo ke luar negeri berlanjut pada 27 sampai 29 November 2019. Negara yang menjadi tujuannya kali ini adalah Turki. Di sana, mantan Danjen Kopassus itu membahas kerja sama pertahanan dengan Presiden Reccep Tayyip Erdogan dan Menhan Hulsi Akar.

Selanjutnya, pada 15 Desember 2019, Prabowo berkunjung ke Beijing, China. Berdasarkan keterangan Staf Khusus Menhan Bidang Komunikasi Publik, Sosial-Ekonomi, dan Hubungan Antar Lembaga, Dahnil Anzar Simanjuntak, Prabowo melangsungkan pertemuan dengan Menhan China dan menjajaki kerja sama alih teknologi alutsista.

Pada 20 Desember 2019, kemudian Prabowo menemui Menhan Jepang guna membahas kerja sama pertahanan kedua negara. Kemudian di akhir 2019, Prabowo terbang ke Manila, Filipina. Prabowo bertemu dengan Menhan Filipina membahas peningkatan kerja sama keamanan, khususnya di perairan Sulu antara Indonesia dan Filipina.

Bukan hanya kerja sama pertahanan, Prabowo secara khusus juga mengucapkan terima kasih lantaran dibebaskannya beberapa WNI yang ditahan oleh kelompok Abu Sayyaf.

Terkahir, Prabowo mengunjungi Paris pada awal 2020. Tujuannya, menghadiri pertemuan bilateral dengan Menteri Pertahanan Prancis, Florence Parly.

Dahni menuturkan, rencananya dalam waktu dekat Prabowo juga berniat melakukan kunjungan kerja ke Rusia. Akan tetapi Dahnil tidak merinci waktu detail kapan Prabowo akan bertandang ke sana.

"Iya, dalam waktu dekat ke Rusia. Saya katakan, dalam enam bulan ini Pak Prabowo akan melakukan komparasi semua alutsista, selain itu ada isu strategis geopolitik dan geostrategis," ujar Dahnil. 

Berita Lainnya