sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Periksa pengunggah lelucon Gus Dur, Polri disarankan ubah wajah institusi

Kasus pencidukan ini kian menampakkan wajah militer di kepolisian.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Jumat, 19 Jun 2020 16:31 WIB
Periksa pengunggah lelucon Gus Dur, Polri disarankan ubah wajah institusi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 63749
Dirawat 30834
Meninggal 3171
Sembuh 29105

Wakil Ketua Komisi III DPR, Desmond J. Mahesa, meminta Kapolri, Jenderal Idham Azis, meminta maaf terkait pemeriksaan hukum terhadap pengunggah lelucon Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), soal polisi di media sosial (medsos).

"Tindakan ini, kan, tindakan yang seharusnya meminta maaf, baik secara institusi atau pribadi yang offside ini. Jadi, siapa yang bertanggung jawab dalam proses melakukan penangkapan, ya, harusnya gentlement-lah. Dan kapolri harusnya memberikan catatan dan lebih baik lebih arif kalau sebenarnya kapolri atau pimpinan polri meminta maaf atas kesalahan ini," ucapnya kepada media, Jumat (19/6).

Menurut Desmond, kasus pemeriksaan terhadap Ismail Ahmad, warga Kepulauan Sula, Maluku Utara tersebut, menambah buruk persepsi publik kepada institusi kepolisan. Polri dianggap melenceng dari tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) sebagai pranata umum sipil.

Kasus pemeriksaan ini, tambahnya, menjadikan wajah militer di kepolisan semakin nampak. Padahal, Komisi III DPR telah mengingatkan agar Polri mengubah wajah institusi.

"Tentunya ini wajah di lapis bawah, wajah di lapis atas sebenarnya enggak jauh beda," papar politikus Partai Gerindra itu.

Wajah militer dalam kepolisan dianggap peninggalan kepemimpinan lama. Pasalnya, di era kepemimpinan Idham Aziz, menurut Desmond, "Korps Bhayangkara" sebagai pranata sipil sudah mulai sesuai koridor.

Oleh sebab itu, dirinya menyayangkan sikap militeristik masih muncul. Adanya oknum polisi yang menggunakan institusi sebagai instrumen amarahnya, sebagaimana pada kasus Ismail Ahmad menjadi bukti.

"Kalau kita mau lihat ini, kan, di daerah Sula saja. Mungkin tidak pernah tahu tentang meme atau lelucon Gus Dur ini. Jadi, dia menggunakan kekuasaan kepolisiannya, ini yang patut disayangkan," ungkapnya.

Sponsored

Ke depan, Desmond berharap, ada evaluasi dari institusi kepolisan terhadap kasus ini. Dia ingin wajah sipil lebih menonjol untuk menyejukkan rakyat.

"Untuk itu, tentunya perjuangan kita bersama, jangan sampai wajah polisi yang sudah belok ke wajah milter seperti ini sudah tidak ada lagi wajah sipilnya. Bagaimana kita membelokkan, kembalikan pada posisi, bahwa civiliant polisi itu seharusnya polisi sipil, gitu loh, bukan penggunaan kekerasan dan keuasaan lebih," sambungnya

Ismail sebelumnya dipanggil Polres Kepulauan Sula lantaran mengunggah kelakar Gus Dur melalui akun Facebook terkait kepolisian. Dituding menyinggung institusi Polri.

Dirinya mengaku, mengunggahnya karena iseng, menginspirasi, dan lucu usai membaca di internet. Ismail lalu meminta maaf atas perbuatannya tersebut.

Berita Lainnya