sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Soal Presiden 3 periode, Fahri: Jokowi tidak mau

Fahri menilai, isu masa jabatan Presiden menjadi tiga periode berawal dari pernyataan tokoh di dunia maya, dan direspon berlebihan.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Rabu, 17 Mar 2021 15:52 WIB
Soal Presiden 3 periode, Fahri: Jokowi tidak mau

Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (DPN) Partai Gelora, Fahri Hamzah meyakini, isu masa jabatan Presiden menjadi tiga periode tidak dilontarkan oleh Joko Widodo (Jokowi). Keyakinan itu dilatarinya karena langsung mengonfirmasi pada mantan Gubernur DKI Jakarta itu ihwal masa jabatan Presiden.

"Kalau dari Presiden sendiri tidak mungkin. Mengapa? Saya sendiri pernah dua kali bertanya langsung kepada Presiden soal ini sebelum berakhir jabatan, dan jawabannya bulat, beliau (Jokowi) katakan tidak ingin dikenang sebagai orang yang menginginkan jabatan kembali. Apalagi, itu memerlukan perubahan konstitusi," kata Fahri, dalam keterangannya, Rabu (17/3).

Fahri menilai, isu masa jabatan Presiden menjadi tiga periode berawal dari pernyataan tokoh di dunia maya, dan direspon berlebihan oleh publik. "Atau yang kedua memang ada kelompok yang menghembuskan isu ini, untuk kepentingan kelompoknya tentu," ucap Fahri.

Bila asumsi kedua terjadi, menurut Fahri, perlu ditelusuri kelompok dan motif serta tujan melemparkan wacana tersebut. Pasalnya, dia merasa ada kebiasaan jelek, karena semua isu termasuk yang tidak datang dari pihak yang legitimate pun dibesar-besarkan.

Padahal, ini sebenarnya sudah selesai sampai ditingkat Presiden, karena bukan isu yang bersumber dari Istana Negara. Karena itu, dia meminta, para elite negeri ini jangan sibuk atas sesuatu yang sebenarnya bukan bersumber dari sumber yang sebenarnya.

"Apalagi, kemudian ikut-ikutan mengangap Jokowi yang bersalah. Padahal, sebenarnya perubahan konstitusi itu nyaris tidak di tangan Presiden, melainkan di tangan MPR. Karrena itu, kalau pun toh ada, Presiden disitu hanya terlibat diujung dia ketika MPR sudah mengajukan perubahan. Tapi, presiden tidak ikut," terangnya.

Kendati demikian, Fahri menyarankan, pada kelompok yang meributkan isu masa jabatan Presiden dapat mengalihkan fokus ke persoalan kesehatan dan kemanusian

"Mestinya isu-isu kemanusiaan lah yang menjadi perhatian kita semua. Jangan lah, kita mengambil waktu publik degan isu yang remeh temeh seperti isu periodesasi Presiden," tegas Fahri.

Sponsored
Berita Lainnya