logo alinea.id logo alinea.id

Soliditas dan kondusifitas partai jadi kunci Airlangga pertahankan Ketum Golkar

Airlangga diklaim telah mendapat dukungan dari tokoh senior dan mayoritas DPD.

Kudus Purnomo Wahidin
Kudus Purnomo Wahidin Kamis, 01 Agst 2019 08:05 WIB
 Soliditas dan kondusifitas partai jadi kunci Airlangga pertahankan Ketum Golkar

Airlangga Hartarto diyakini akan kembali terpilih menjadi Ketua Umum Partai Golkar dalam Musyawarah Nasional Partai Golkar 2019. Sebagai petahana, tugas Airlangga menggalang dukungan dinilai relatif lebih ringan ketimbang Bambang Soesatyo.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, Airlangga telah mendapat dukungan dari 90% DPD di Provinsi dan Kabupaten/Kota yang berjumlah 548. "Tinggal empat Provinsi lagi yang belum," katanya di DPD Golkar DKI Jakarta, Rabu (31/7).

Sejumlah politikus senior Golkar pun diklaim mendukung pencalonan Airlangga, seperti Ketua Dewan Pakar Agung Laksono, Ketua Dewan Pembina Fahmi Idris, serta Wakil Ketua Dewan Kehormatan Akbar Tanjung. 

"Artinya bahwa dari sisi aspek senioritas, kemudian jaringan Partai Golkar, ya sudah relatif sangat solid," katanya.

Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, mengamini jika Airlangga memiliki peluang besar untuk memperpanjang jabatan. Statusnya sebagai petahana dapat membantu Airlangga agar suara DPD masuk ke dalam kantongnya saat Munas Golkar Desember 2019 nanti. 

"Kalau dilihat, kans Airlangga, probabilitas Airlangga, lebih menguntungkan. Ketua umum itu punya segala-galanya untuk mengakses DPD I, dan DPD II, dan organisasi sayap, untuk bisa dimasuki, dan untuk meyakinkan dukungan ini," kata Adi kepada reporter Alinea.di di lokasi yang sama.

Keberhasilan Airlangga selama satu setengah tahun terakhir menakhodai Golkar, juga dinilai menjadi poin penting dalam menyatukan elemen-elemen yang berada dalam internal partai. Pascaprahara korupsi KTP-el yang melilit mantan Ketua Umum Setya Novanto, Airlangga membawa Golkar menjadi pemenang kedua perolehan kursi di DPR.

Menurut Adi, Menteri Perindustrian itu harus dapat menjaga soliditas dan kondusifitas internal partai hingga Munas berlangsung pada Desember 2019 mendatang. Sejauh ini, kepemimpinan Airlangga berjalan tanpa gejolak berarti di tubuh partai. 

Sponsored

"Kalau ini bisa ditreatment sampai akhir Desember oleh Airlangga, dia pasti akan mudah memenangkan. Tapi jangan sampai kondusifitas ini, jangan sampai tercerai berai," katanya.

Lebih jauh, Adi menilai Airlangga memiliki peluang untuk menjadi calon presiden pada Pilpres 2024 jika berhasil mempertahankan internal partai seperti saat ini. Soliditas dan kondusifitas partai menjadi hal penting bagi Airlangga. 

"Desember itu pas bagi Airlangga, karena dia bisa mensolidkan teman-teman. Jadi fokus kerja Airlangga itu adalah mensolidkan kerja-kerja DPD I dan DPD II. Jadi kerja dia tinggal diyakinkan teman-teman DPD bahwa, Airlangga ini mampu melakukan recovery, yang selama ini ada di Golkar. Jika oke, 2024 Golkar bisa mencalonkan kadernya sebagai capres," ujarnya.