sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Survei Indikator Politik: Indonesia kurang demokratis

Harus diwaspadai kekecewaan dari menengah atas terutama dari sisi pendidikan. Meskipun, secara statistik jumlahnya tidak besar.

Akbar Ridwan
Akbar Ridwan Minggu, 25 Okt 2020 15:50 WIB
Survei Indikator Politik: Indonesia kurang demokratis
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 534.266
Dirawat 66.752
Meninggal 16.825
Sembuh 445.793

Terdapat 36% responden menyatakan Indonesia saat ini menjadi kurang demokratis, merasa tidak ada perubahan 37%, dan menganggap lebih baik 17,7%. Demikian hasil survei nasional Indikator Politik Indonesia yang dilaksanakan 24-30 September 2020.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengatakan, jika dilihat berdasarkan demografi ada perbedaan mencolok antara perempuan dengan laki-laki. Pasalnya, 43,6% wanita menganggap Indonesia kurang demokratis dan pria 28,4%.

"Kemudian anak muda dibanding yang tua, itu cenderung mengatakan kurang demokratis. Ini menarik," ujarnya dalam memaparkan hasil survei, Minggu (25/10).

Berdasarkan hasil survei 40,3% anak muda di bawah 21 tahun berpendapat Indonesia kurang demokratis. Sementara, usia 22-25 tahun 48,8%, 26-40 tahun 36,8%, 41-55 tahun 33,1%, dan berusia lebih dari 55 tahun 26,7%.

Jika ditinjau dari pendidikan, Burhanuddin menyampaikan, semakin tinggi tingkatnya kian besar pendapat yang mengatakan Indonesia kurang demokratis. Presentasenya SD 30%, SMP 37%, SMA 37% dan kuliah 41,4%.

"Jadi, harus diwaspadai kekecewaan dari menengah atas terutama dari sisi pendidikan. Meskipun secara statistik jumlahnya tidak besar, mereka bagaimana pun punya opini yang mempengaruhi publik secara luas," jelasnya.

Hasil survei tersebut, imbuhnya, merupakan persepsi yang dapat mempengaruhi tindakan. Di sisi lain, lebih dominannya responden yang menyebut Indonesia kurang demokratis perlu mendapat perhatian khusus.

"Kalau misalnya, persepsi sekarang dirasakan kurang demokratis dan jumlahnya lebih besar ketimbang yang mengatakan demokratis, sesuatu yang para elite politik perlu untuk diantisipasi," ujarnya.

Sponsored

Meski demikian, sisi baiknya adalah dalam survei tersebut menunjukkan 62,4% responden menyatakan demokrasi adalah sistem pemerintahan terbaik. Namun, yang tidak peduli dengan apa pun sistem yang dianut ada 19,3% dan menyatakan dalam keadaan tertentu sistem bukan demokrasi bisa diterima 11,1%.

Survei dilakukan terhadap 1.200 responden yang dipilih secara acak dan berada hampir di seluruh wilayah Indonesia. Metode melalui wawancara telepon dengan margin error kurang lebih 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%. Kegiatan dilaksanakan pada 24-30 September 2020.

Berita Lainnya