sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Surya Paloh: Cuma berkunjung ke PKS saja dicurigai

Kunjungan Surya Paloh ke kantor DPP PKS disindir oleh Presiden Jokowi belum lama ini.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Sabtu, 09 Nov 2019 00:31 WIB
Surya Paloh: Cuma berkunjung ke PKS saja dicurigai

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh menyoroti kondisi politik Tanah Air saat ini. Pemilik Media Group ini mengaku sudah cukup lelah dengan setiap intrik yang terlihat dari beberapa partai politik (parpol) lantaran kerap menaruh rasa curiga. 

Lantaran kecurigaan tersebut, sinisme di antara partai pun menjadi wujud yang nyata. Hal ini sejatinya merupakan tanda dari keadaan politik yang mengenaskan.

"Hingga kita berkunjung ke kawan (PKS) kita dicurigai. Ini bangsa model apa seperti ini?," kata Surya Paloh dalam sambutannya di Kongres Partai NasDem di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (8/11).

Seharusnya, terang dia, pertemuan dan silaturahmi politik tidak dimaknai dengan segala macam tafsir dan kecurigaan. Paloh menegaskan, keadaan ini membuktikan bahwa sistem politik yang ada masih bersifat demokrasi yang amat liberal. 

Kemudian, politik Tanah Air yang nampak terbukti cenderung konservatif. Hal ini sejatinya telah memundurkan demokrasi Indonesia yang dibangun oleh sang proklamator.

Padahal, kata Paloh, seharusnya sistem politik Indonesia menjunjung tinggi musyawarah dan gotong royong. Maka dari itu, selayaknya semua dapat dipandang dengan tidak mementingkan kepentingan diri sendiri.

"Mari kita bermusyawarah dan bergotong-royong, tapi kita hanya bilang akulah yang lebih penting yang lainnya biar mati semua," ujarnya.

Politik cair

Sponsored

Surya Paloh mengatakan, sebagai anggota partai koalisi pendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin, NasDem memiliki komunikasi politik yang terbilang cair. Menurut dia, Partai NasDem tegas bersikap elegan dalam memandang perpolitikan Tanah Air.

Menurut Paloh, Partai NasDem merupakan partai yang tidak memandang kompetisi secara konsisten. Dikatakan Paloh, pihaknya selalu melakukan komunikasi politik secara cair tanpa memandang koalisi maupun non koalisi.

"Tidak ada sekat hambatan psikologis apapun baik terhadap partai pengusung ataupun yang ada di luar pemerintahan," ujar Paloh.

Bagi Paloh, sikap ini merupakan itikad Partai NasDem guna melakukan restorasi perubahan politik Indonesia. Hal ini juga dilakukan dalam rangka mengimplementasikan sikap-sikap demokratis yang sesungguhnya.

Dikatakan Paloh, peran parpol di Indonesia sangatlah strategis dalam kebidupan demokrasi. Oleh karena itu, seyogiyanya yang ditunjukkan oleh partai politik bukan hanya sekadar kompetisi pemilihan umum (pemilu) saja.

Partai politik, lanjut Paloh harus memeberikan proses pendidikan politik yang berkelanjutan. Artinya, parpol harus mengedepankan national interest kepentingan bangsa di atas kepentingan partai sendiri.

"Artinya kita dengan segala rasa kebanggaan gegap gempita hadir dari kelompok partai politik," sambungnya.

Untuk diketahui, Partai NasDem sempat melakukan komunikasi politik dengan parpol di kuar koalisi pemerintah, yakni PKS. Rencananya, bahkan Partai NasDem juga akan melakukan kunjungan ke PAN dan Partai Demokrat.