logo alinea.id logo alinea.id

Syarat Gerindra jika diundang bergabung ke koalisi Jokowi

Sinyal bakal bergabungnya Gerindra ke koalisi kian kuat setelah Prabowo Subianto hadir dalam Kongres V PDI-P di Bali.

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Jumat, 09 Agst 2019 18:16 WIB
Syarat Gerindra jika diundang bergabung ke koalisi Jokowi

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, partainya siap bergabung dengan koalisi parpol pendukung pemerintahan Jokowi-Ma'ruf atau Koalisi Indonesia Kerja (KIK). Namun demikian, Gerindra hanya bakal bergabung jika konsep pembangunan yang ditawarkan Gerindra diterima pemerintah. 

"Kita punya beberapa konsep. Misalnya ketahanan pangan dan ketahanan ekonomi. Kalau konsepnya yang capable di kita, baru nanti soal orang (yang bakal diusulkan jadi calon menteri)," ujar Dasco kepada wartawan Hotel Ashley, Wahid Hasyim, di Jakarta Pusat, Jumat (9/8). 

Konsep yang bakal ditawarkan itu, menurut Dasco, sudah ada di tangan jajaran petinggi Dewan Pembina Gerindra. Asalkan konsepnya diterima, Dasco mengatakan, Gerindra tidak bakal mengotot meminta jatah menteri ke Jokowi jika diajak bergabung ke koalisi. "Tapi, memang kita tadi sama prinsipnya menawarkan konsep untuk membantu pemerintah," imbuhnya. 

Konsep pembangunan Indonesia versi Gerindra, lanjut Dasco, sudah pernah disampaikan secara lisan kepada Jokowi. Namun demikian, Dasco mengatakan, konsep itu perlu dibahas secara lebih mendalam.

"Kan masih ada pertemuan-pertemuan lagi nanti. Ya, mungkin pertemuan itu untuk mematangkan. Kapan? Tunggu nanti saya kasih tahu," ujar dia. 

Sinyal bakal bergabungnya Gerindra ke koalisi Jokowi-Ma'ruf kian kuat setelah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto hadir dalam Kongres V PDI-P di Bali. Presiden Jokowi bahkan sempat mengatakan peluang itu masih terbuka. 

"Ya, politik itu kan semua serba mungkin," kata Jokowi kepada wartawan setelah menghadiri Kongres V PDI-P di Hotel Grand Inna Bali Beach, Bali, Kamis (8/8).

Namun demikian, Jokowi mengatakan, hingga kini wacana menambah partai politik di koalisi belum pernah dibicarakan dengan para ketua umum parpol KIK.

Sponsored