sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Target pemberi devisa terbanyak, investasi pariwisata butuh Rp500 triliun

Pemerintah memproyeksi kebutuhan investasi hingga Rp500 triliun agar sektor pariwisata dapat memberikan devisa terbanyak pada masa depan.

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Jumat, 28 Sep 2018 03:01 WIB
Target pemberi devisa terbanyak, investasi pariwisata butuh Rp500 triliun
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

Pemerintah memproyeksi kebutuhan investasi hingga Rp500 triliun agar sektor pariwisata dapat memberikan devisa terbanyak pada masa depan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya berusaha menggenjot angka turis asing agar bisa bertambah ke Indonesia. Siasat jitu yang dilakukan Kementrian Pariwisata itu adalah dengan menambah jumlah investasi senilai Rp500 triliun.  

Pernyataan Arief Yahya ini disampaikan dalam Rapat koordinasi perkembangan pariwisata untuk program pada 2019-2024, di Hotel Ibis Jakarta, Kamis, (27/9).

"Menpar akan menginvestasikan Rp500 triliun yang bersumber dari investasi pemerintah dan swasta, serta pembiayaan pemerintah dan swasta," kata Menteri Arief Yahya.

Menurut mantan Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. itu, nilai investasi tersebut searah dengan ambisi program pemerintah pada 2019. Pemerintah menggarapkan sektor pariwisata menjadi sumber pendapatan devisa terbanyak pada masa depan.

"Kebutuhan investasi tersebut terdiri dari pembiayaan pariwisata sebesar Rp295 triliun berasal dari pemerintah dan swasta. Sementara untuk nilai Rp205 triliun, sebesar Rp170 triliun dari pemerintah dan Rp35 triliun dari swasta," ujar Arief Yahya.

Menpar juga memaparkan, selama ini kementrian pariwisata belum bisa meraih posisi pertama dalam perolehan investasi pariwisata. Sebab, selama ini investasi pariwisata dari pemerintah berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) senilai Rp32,5 triliun. 

Pada posisi berikutnya adalah Kementerian Perhubungan Rp77,3 triliun, PT Angkasa Pura I (Persero) dan PT Angkasa Pura II (Persero) senilai Rp 56 triliun, Kementerian Kominfo Rp0,05 triliun, Dana Alokasi Khusus (DAK) Pariwisata Rp1 triliun; dan Kementerian Pariwisata Rp3 triliun.

Sponsored

Dia menjelaskan, dari nilai Rp500 triliun tersebut, nantinya proyeksi Kemenpar akan menyasar pada pembangunan 120.000 kamar hotel, 15.000 restoran, dan 100 taman rekreasi. Pembangunan lain yang akan digarap Kemenpar adalah 100 operator diving, 100 marina, dan 100 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dengan melibatkan peran serta dunia usaha. 

Kemenpar juga akan menumbuhkan geliat turis dengan penyediaan 100.000 homestay dengan melibatkan Usaha Kecil Menengah (UKM) pariwisata.

"Ini telah didukung penuh oleh seluruh Kementerian/Lembaga dalam hal peningkatan kualitas 31, yaitu atraksi, aksesbilitas, dan amenitas," kata dia.

Sebagai catatan, jumlah turis mancanegara pada 2016 sebanyak 10,86 juta wisatawan berkunjung ke Indonesia. Jumlah itu meningkat menjadi 12,199 juta orang pada 2017. 

Pada tahun yang sama, angka surplus jasa perjalanan naik dari US$3,6 miliar pada 2016 menjadi US$4,2 miliar pada 2017. 

Kemudian, pada tahun ini Kemenpar menargetkan bisa menghasilkan devisa dari pariwisata sebesar US$17 miliar dan tahun depan US$20 miliar.

Berita Lainnya