sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Terdampak Covid-19, elektabilitas Anies turun

Sejumlah kebijakan yang dikeluarkan Anies dinilai masyarakat belum memuaskan dan kerap menimbulkan kebingungan.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Minggu, 07 Jun 2020 20:16 WIB
Terdampak Covid-19, elektabilitas Anies turun
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 72347
Dirawat 35349
Meninggal 3469
Sembuh 33529

Penanganan Covid-19 di DKI Jakarta telah membuat elektabilitas Gubernur Anies Baswedan pada Mei mengalami penurunan dibandingkan Februari 2020.

Pasalnya sejumlah kebijakan yang dikeluarkan Anies dinilai masyarakat belum memuaskan dan kerap menimbulkan kebingungan. Lebih lagi, tingkat penularan coronavirus yang masih tinggi di DKI Jakarta.

"Anies Baswedan di saat sebelum ada pandemi di elektabilitasnya 12,1%, lalu setelah Jakarta dihantam pandemi pada Mei menurun menjadi 10,4%," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam konferensi video, Minggu (7/6).

Namun, berbanding terbalik dengan Anies sejumlah nama elite politik lainnya justru mengalami kenaikan elektabilitas dengan kebijakan yang diambilnya. Misalnya terlihat dari elektabilitas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Dua sosok terakhir ini dinilai berhasil mengendalikan angka persebaran pandemi Covid-19 di tengah masyarakat sehingga mendapatkan repons positif. Ridwan Kamil mencatatkan elektabilitas di angka 7,7% di Mei naik dari Februari yang hanya 3,8%. 

Sedangkan Ganjar mendapatkan elektabilitas sebanyak 11,8% di Mei naik dari 9,1% di Februari. 

"Ini kenapa yang saya sebut pandemi Covid-19 bisa menjadi politik elektoral karena bisa menjadi lahan buat kepala daerah untuk menunjukkan taringnya," ujar Burhanuddin.

Penurunan elektabilitas ternyata juga terjadi pada kepala daerah lain. Gubernur Jawa Timur Kofifah Indar Parawansa, misalnya dari 5,7% di Februari menjadi 4,3% di Mei 2020. Penurunan elektabilitas seiring dengan tingkat penularan virus yang semakin tinggi di Jawa Timur.

Sponsored

Tak hanya itu, dua pesaing kuat Joko Widodo-Maruf Amin pada pemilihan presiden lalu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno juga mengalami penurunan elektabilitas. Prabowo misalnya pada Februari memiliki elektabilitas 22,2%, lalu turun menjadi 14,1% di Mei. 

Sedangkan mantan wakilnya saat pemilu lalu, Sandiaga Uno mengalami penurunan dari 9,5% di Februari menjadi 6,0% di Mei.

"Hasil survei calon presiden pada Mei 2020 menunjukkan dinamika yang menarik. Elektabilitas Prabowo Subianto, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno mengalami penurunan dibanding survei Februari 2020," tuturnya.

Berita Lainnya