sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Terlalu dini sebut PDIP ganjal Ganjar maju Pilpres 2024

Ipang justru curiga pernyataan keras Bambang Pacul soal pencapresan Ganjar Pranowo sebagai bagian strategi PDIP.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Senin, 24 Mei 2021 11:29 WIB
Terlalu dini sebut PDIP ganjal Ganjar maju Pilpres 2024

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, menilai, terlalu dini menyebut Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengganjal Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Dalihnya, pernyataan elite partai banteng moncong putih, Bambang Wuryanto, bukan sikap resmi.

"Mengganjal atau tidak itu, kan, cuma Megawati (Ketua Umum DPP PDIP, red). Itu juga statement (Bambang Wuryanto) bukan resmi sikap partai. Kalau ada statement resmi biasanya, kan, konferensi pers. Jadi, bukan sikap resmi PDIP, (tetapi) statement pribadi," kata Ipang, sapaannya, saat dihubungi Alinea, Senin (24/5).

Dia melanjutkan, belum melihat tujuan di balik Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul menyebut Ganjar sudah kelewatan dan berambisi maju dalam pilpres. Ipang justru mempertanyakan, apakah Megawati memberi ruang bagi semua kader potensial untuk memacu elektabilitas masing-masing. "Keputusan tetap ada pada Megawati."

Jikapun elektabilitas Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, yang dinilai lebih tinggi ke depannya, menurutnya, Ganjar tentu bakal mengikuti keputusan partai. Ini seperti yang dilakukan Megawati dalam Pilpres 2014, menunjuk Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden (capres).

"Ganjar juga seperti Megawati dulu. Jangan, kan, Puan, Megawati dulu mundur. Ada elektabilitas yang lebih bagus waktu itu, Jokowi," jelasnya.

Ipang pun tak melihat adanya "matahari kembar" di PDIP, antara Ganjar dan Puan. Dia justru mencurigai pernyataan keras Bambang Pacul tersebut guna mengerek elektabilitas Ganjar.

"Jangan-jangan ini strategi PDIP, nama Ganjar disebut. Kan, Ganjar juga enggak pernah bilang mau capres. Megawati juga enggak pernah bilang siapa capres ke depan. Ini suatu yang enggak bisa kita koar terlalu panjang," katanya.

Di sisi lain, baginya, aktivitas Ganjar di media sosial (medsos) lumrah bagi seorang kepala daerah. Pun berpendapat, bekas anggota DPR itu konsisten memanfaatkan medsos sebagai sarana komunikasi publik guna menyampaikan kebijakannya.

Sponsored

"Ini artinya, apa yang beliau lakukan itu bukan overconfident, overacting. Itu datar-datar saja dan itu biasa. Kepala daerah harus bermain di medsos untuk menyampaikan apa yang menjadi kebijakannya," tandas Ipang.

Berita Lainnya