sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Wapres Ma'ruf Amin: Parpol jangan dijadikan tunggangan kelompok tertentu

Dia juga ingin parpol mengedepankan musyawarah dan dialog untuk membangun konsensus.

Akbar Ridwan
Akbar Ridwan Minggu, 20 Des 2020 17:28 WIB
Wapres Ma'ruf Amin: Parpol jangan dijadikan tunggangan kelompok tertentu

Wakil Presiden, Ma'ruf Amin, berharap, partai politik (parpol) tidak hanya dijadikan tunggangan kelompok tertentu untuk kepentingan pribadi. Namun, hendaknya digunakan sebesar-sebesarnya demi kemaslahatan umat dan bangsa.

Peran lain parpol khususnya dalam demokrasi, imbuh Ma'ruf, adalah menjaga keutuhan, persatuan, dan kesatuan bangsa. Oleh karena itu, parpol diharapkan proaktif dalam mengedepankan musyawarah dan dialog untuk membangun konsensus.

"Musyawarah dan dialog harus kita jadikan mekanisme yang baku untuk menyelesaikan perbedaan pendapat atau persoalan bangsa lainnya. Saya yakin, mekanisme ini adalah salah satu esensi dari demokrasi Pancasila," ujarnya saat berpidato di penutupan Muktamar IX Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Minggu (20/12).

Lebih lanjut, Ma'ruf mengatakan, parpol diharapkan menjadi media penyerap aspirasi dan komunikator dua arah yang efektif bagi pemerintah maupun rakyat. Menurutnya, itu akan sangat menentukan kualitas sekaligus akseptabilitas legislasi serta kebijakan pemerintah.

Khusus untuk PPP, Ma'ruf memberikan apresiasi atas kontribusinya menjalankan peran-peran strategis dan penting dalam menjaga harmoni hubungan antara Islam dan kebangsaan yang bersifat simbiotis, sinergis, serta saling melengkapi dan memelihara.

"Yang berpegang pada prinsip harmoni antara universalitas Islam dan lokalitas keindonesiaan," ucapnya.

Sebagai partai berbasis Islam, kata Ma'ruf, partai berlogo Ka'bah itu hendaknya selalu menjaga dan merawat apa yang telah menjadi konsensus nasional berupa Pancasila, UUD NRI 1945, dan NKRI.

"Konsensus ini merupakan kesepakatan para pendiri bangsa yang harus terus kita jaga selamanya sebagai bagian tidak terpisahkan dari eksistensi NKRI," jelasnya.

Sponsored
Berita Lainnya