sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Wiranto sebut perusuh berniat gagalkan pelantikan Jokowi

Kelompok perusuh, kata Wiranto, mengambil alih aksi unjuk rasa mahasiswa dan pelajar yang cenderung damai dan konstruktif.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Kamis, 26 Sep 2019 16:35 WIB
Wiranto sebut perusuh berniat gagalkan pelantikan Jokowi

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengklaim ada kelompok yang menyusupi aksi demonstrasi mahasiswa dan pelajar di Gedung DPR pada 23-25 September 2019. Menurut Wiranto, kelompok perusuh mengambil alih aksi unjuk rasa mahasiswa dan pelajar yang cenderung damai dan konstruktif.

Hal itu dapat dilihat saat orasi berubah menjadi aksi lempar batu, penyerangan dengan kembang api, dan panah terhadap aparat kepolisan. Kelompok tersebut, lanjut Wiranto, juga mengupayakan agar jatuh korban dalam aksi unjuk rasa. 

"Terbukti bahwa mereka ingin menduduki gedung DPR dan MPR RI agar DPR tidak dapat melaksanakan tugasnya. Dalam artian, DPR RI tidak bisa dilantik. Kemudian, paling akhir mengagalkan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden," ujar Wiranto di Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (26/9).

Menurut Wiranto, aksi unjuk rasa menolak Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RUU KUHP) dan RUU kontroversial lainnya yang berujung rusuh tersebut bersifat inkonstitusional. Karena itu, dia mengatakan, sudah sewajarnya aparat kepolisian melakukan tindakan-tindakan pengamanan agar kerusuhan tidak meluas. 

Sponsored

Aparat keamanan, ujar Wiranto, hanya ingin mengendalikan kerusuhan yang dirancang secara sistematis. "Jadi, jangan termakan hoaks bahwa ada kekerasan dari aparat. Kami menyampaikan ini dari kacamata kebenaran," kata dia. 

Lebih jauh, Wiranto juga menginformasikan akan ada gelombang aksi susulan yang lebih besar di DPR. Tak hanya kalangan mahasiswa, aksi susulan itu juga bakal diikuti berbagai kelompok masyarakat, mulai dari tukang ojek hingga pendukung tim sepak bola. 

"Jadi kita harus mengetahui ini juga. Kami mengimformasikan ini agar semua waspada. Ini harus waspadai karena akan mengerahkan Islam radikal garis keras. Akan digerakkan ke sana (unjuk rasa susulan)," ujar dia. 

Berita Lainnya