sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Nasdem dan PAN segera bertemu bahas Pilkada 2020

Agenda pertemuan PAN: Bertemu dengan Surya Paloh lanjut bertemu PDIP

Marselinus Gual
Marselinus Gual Selasa, 05 Nov 2019 12:40 WIB
Nasdem dan PAN segera bertemu bahas Pilkada 2020

Partai Nasdem giat melakukan pertemuan dengan partai politik. Setelah dengan PKS, rencananya Nasdem akan bertemu dengan Partai Amanat Nasional (PAN). 

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (Zulhas) memastikan pertemuan antara dirinya dengan Surya Paloh akan terjadi. Meski begitu, Zulkifli menilai pertemuan dengan Paloh merupakan pertemuan biasa. 

Disinggung soal kemungkinan membentuk koalisi baru dengan Nasdem, Zulhas tidak menjelaskannya. Toh, kata Zulhas, PAN juga berencana akan menemui partai lain. 

"Saya juga mau bertemu PDIP kok. Sama saja kalau itu," kata Zulhas, di gedung DPR Senayan, Jakarta, Selasa (5/11).

Zulhas menilai pertemuan antara petinggi partai politik merupakan hal wajar. Apabila dikaitkan dengan tahapan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, ia menilai masih terlalu lama. 

"Parpol kan kerjanya begitu. Pertarungan di Pilpres kan biasa tuh. Hanya dulu kan teman-teman media dan rakyat kadang-kadang sampai sekarang, belum bisa move on. Capres Pak Prabowo malah jadi Menhan, kan biasa saja seperti itu. Jadi kalau parpol bertemu itu biasa juga," kata dia.

Zulhas menegaskan agenda utama pertemuan dengan Paloh tetap dalam rangka silahturahmi membahas Pilkada 2020.

"Ini kan sebentar lagi pendaftaran, pertemuan harus intens. Karena kan tidak bisa satu provinsi itu kita sendiri, harus mengajak parpol lain. Dan itu bisa tiga sampai empat parpol. Jadi memang silaturahmi sangat perlu," jelas dia.

Sponsored

Namun demikian, Zulhas mengaku belum menentukan jadwal pertemuan dengan Paloh yang juga bos Media Group itu.

"Belum tahu nanti, diatur kan sama-sama sibuk. Yang pasti bukan minggu ini karena kita masih banyak kerjaan," pungkas dia.

Sinyal Partai Nasdem membentuk poros baru kian berhembus setelah Paloh mulai melakukan safari politik ke partai di luar koalisi pemerintahan. Pekan lalu, Paloh bertemu Presiden PKS Sohibul Iman.

Direktur Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo, menilai pertemuan dengan Sohibul merupakan bentuk cari perhatian Paloh atas ketidakpuasan dengan kompososi kabinet Presiden Joko Widodo.

Pasalnya, kata dia, pertemuan dengan PKS merupakan suatu manuver politik lanjutan Paloh pasca pembentukan kabinet. Sebab, sebelum Partai Gerindra masuk dalam kabinet Jokowi, Paloh juga melakukan safari politik dengan empat petinggi dari partai koalisi yakni PPP, PKB, dan Golkar.

"Sikap NasDem terhadap masuknya Gerindra kan menolak. Meskipun ambivalen, di satu sisi bilang gak apa-apa, tapi berbuat manuver yang mencerminkan ketidaksetujuan. Jadi ambigu. Lalu NasDem bermanuver lagi setelah pembentukan kabinet," kata Karyono saat dihubungi Alinea.id

Karyono mengatakan, menyambut positif hasil kesepakatan dari pertemuan Paloh dan Presiden PKS Sohibul Iman beberapa waktu lalu. Kata dia, komitmen kedua partai untuk menjaga Pancasia dan NKRI merupakan hal yang bagus dan diperlukan saat ini. Namun, kata dia, pertemuan tersebut bisa dibaca dalam rangka membentuk poros baru karena ketidapuasan Paloh terhadap Jokowi.

"Bisa jadi Nasdem melakukan penjajakan dengan PKS membuat kesepakatan politis. Misalnya, bekerja sama untuk mengsung capres 2024, menjadi oposisi. NadDem membuat koalisi baru dengan parpol di luar pemerintahn," jelas dia.

Bagi Karyono, sebagai partai politik, Nasdem memang sudah semestinya melalukan manuver politik. Namun, kata dia, sikap itu tak etis secara politik. Sebab Nasdem merupakan partai yang berada di dalam koalisi pemerintahan di mana terdapat tiga kadernya yang menjadi menteri Jokowi.