sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Antisipasi klaster akhir tahun, Anies terbitkan Ingub 64 dan Sergub 17

Kedua beleid itu diterbitkan dalam rangka mengendalikan mobilitas dan kegiatan masyarakat serta antisipasi munculnya klaster Covid-19 baru

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Kamis, 17 Des 2020 13:05 WIB
Antisipasi klaster akhir tahun, Anies terbitkan Ingub 64 dan Sergub 17

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan Intruksi Gubernur (Ingub) Nomor 64 Tahun 2020 tentang pelaksanaan pengendalian, serta Seruan Gubernur (Sergub) No 17 Tahun 2020 tentang pengendalian kegiatan masyarakat menjelang libur panjang.

Kedua beleid itu diterbitkan dalam rangka mengendalikan mobilitas dan kegiatan masyarakat serta antisipasi munculnya klaster Covid-19 menjelang Hari Raya Natal serta tahun baru 2021. 

Menurut Anies, musim libur panjang itu berpotensi menyebabkan terjadinya penyebaran Covid-19. Anies mengatakan Ingub dan Sergub itu memperkuat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi yang kini berlaku.

“Bahwa perangkat hukum kita berupa Pergub (yang mengatur PSBB) tidak perlu ada perubahan, yang dilakukan tambahan adalah Sergub, Ingub, dan SK Kepala Dinas yang relevan karena secara garis besar kita berhadapan dengan musim liburan sesungguhnya memasuki akhir tahun ini,” kata Anies dalam keterangan tertulisnya, Kamis (17/12).

BACA JUGA

    Anies berharap lewat Ingub dan Sergub yang ia terbitkan, lonjakan kasus Covid-19 di akhir tahun bisa dicegah.

    “Kami mengimbau agar mayarakat tetap memprioritaskan berada di rumah dan mengurangi kegiatan di luar rumah kecuali untuk kegiatan yang mendasar atau mendesak, sehingga insya Allah ikhtiar kita bersama ini akan membawa kita ke fase selanjutnya yakni masyarakat yang aman sehat dan produktif,” katanya.

    Anies mengatakan Ingub dan Sergub yang ia terbitkan lebih kepada pengendalian kegiatan yang sifatnya sosial dan keluarga. Walaupun, kata dia, di dalamnya ada pula poin yang mengatur tentang kegiatan usaha. 

    Anies berkaca pada peningkatan kasus Covid-19 dari kluster keluarga yang muncul setelah libur panjang pada Oktober dan November lalu.

    Sponsored

    Atas dasar itu, kegiatan non-usaha pun diberi perhatian khusus. “Bahwa yang kita atur pengetatannya potensi di luar rumah itu tinggi yaitu pada tanggal 24 sampai 27 Desember, 31 Desember 2020 hingga 2 Januari 2021. Periode yang harusnya masyarakat ada di rumah,” ucap Anies.

    Ingub dan Sergub itu juga mengatur beberapa aspek lain, seperti kegiatan keagamaan serta mobilitas penduduk keluar dan masuk ke Ibu Kota. Misalnya, pada poin 15a Nomor 2 Ingub 64 tahun 2020, yang ditujukan kepada Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, menyebutkan pengecekan surat keterangan hasil tes cepat alias rapid test antigen terhadap pelaku perjalanan.

    Covid-19 Covid-19
    Eka Setiyaningsih
    Eka Setiyaningsih