sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Ketahui fakta di balik informasi ”vaksin berisiko tinggi untuk yang sedang menstruasi”

Tersebar sebuah postingan dari sebuah akun Facebook asal India yang mengimbau perempuan untuk tidak divaksin.

Lismei Yodeliva
Lismei Yodeliva Jumat, 14 Mei 2021 14:07 WIB
Ketahui fakta di balik informasi ”vaksin berisiko tinggi untuk yang sedang menstruasi”

Informasi yang beredar menyebutkan, para perempuan jangan divaksin sebelum dan setelah lima hari menstruasi karena vaksin akan menurunkan imunitas terlebih dahulu. Ini bahaya bagi perempuan yang sedang menstruasi karena saat itu imunitasnya juga sedang menurun.

Lagi-lagi masyarakat harus lebih bijak  mengetahui segala bentuk informasi yang menyesatkan.  Badan Kesehatan Sedunia (WHO) sudah membantahnya.

BACA JUGA

    Juru bicara Tim Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, juga menyatakan bahwa perempuan yang sedang menstruasi boleh dan aman untuk divaksin. Apabila ada gejala lain seperti nyeri haid yang tidak tertahankan, maka vaksinasi bisa ditunda 1-3 hari sesuai dengan gejala yang dialami.

    Dalam pesan akun Facebook asal India disebutkan, “Perempuan yang ada di rumah masing-masing, berumur 18 tahun, dan mulai menstruasi, bisa ikut vaksinasi Covid dari 1 Mei, tapi perlu diperhatikan bahwa mereka harus divaksinasi 5 hari sebelum siklus haid (pre-date) dan 5 hari setelah siklus bulanan karena selama haid, kekebalan tubuh pada wanita dan gadis sangat hilang bersamaan dengan menstruasi, dan selama ini, vaksinasi dapat menyebabkan masalah lain bagi wanita.”

    Sponsored

    Namun, berdasarkan hasil penelusuran, pesan yang beredar di media sosial dalam bentuk narasi dan poster tersebut adalah informasi yang salah atau palsu. Menanggapi hal itu, WHO melalui AFP Fact Check, menyatakan bahwa klaim tersebut tidak benar. Tidak ada dasar ilmiah terkait klaim tersebut.

    Departemen informasi publik India juga melalui akun @PIBFactcheck pernah menolak klaim tersebut di Twitter. Selain itu, seorang dokter di India, Dr Munjaal Kapadia, Konsultan Kebidanan dan Ginekolog di Rumah Sakit Khusus Namaha Mumbai, membuat sebuah klarifikasi di Twitter milik pribadinya. Ia mengatakan, telah beredar rumor konyol yang membuat semua orang takut untuk divaksin. Padahal, nyatanya menstruasi tidak berpengaruh pada kemanjuran vaksin.

    Dengan demikian, klaim vaksin Covid-19 berisiko tinggi bagi perempuan yang sedang menstruasi merupakan hoaks dengan kategori konten yang menyesatkan. Untuk itu, masyarakat harus lebih berhati-hati dengan informasi terkait kesehatan yang beredar dan tidak langsung mempercayai mentah-mentah segala informasi yang masuk tanpa mencari tahu  melalui kanal-kanal resmi atau sumber berita yang jelas, seperti postingan di media sosial atau broadcast pesan di aplikasi chatting.

    Covid-19 Covid-19
    Lismei Yodeliva
    Lismei Yodeliva
    Ramai-ramai melepas jerat fast fashion

    Ramai-ramai melepas jerat fast fashion

    Sabtu, 12 Jun 2021 08:10 WIB
    Pilu di balik pembatalan ibadah haji

    Pilu di balik pembatalan ibadah haji

    Jumat, 11 Jun 2021 07:19 WIB