sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Golkar dinilai bisa lebih maju jika ketum tak rangkap jabatan

Airlangga Hartarto ada baiknya fokus menjalankan tugas di kementerian.

Alika Naila Putri
Alika Naila Putri Jumat, 22 Nov 2019 16:40 WIB
Golkar dinilai bisa lebih maju jika ketum tak rangkap jabatan

Analis politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago menilai Partai Golkar akan lebih berkembang dan maju jika ketua umumnya fokus dan tidak rangkap jabatan di pemerintahan.

"Gokar itu partai besar, mesti diurusi dengan serius dan fokus, agar lebih maju dan berkembang. Buktinya target Golkar dalam Pileg kemarin tak tercapai," kata Pangi di Jakarta, Jumat (22/11).

Lagi pula, kata Pangi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada sejak periode pertama kepemimpinannya sudah menegaskan bahwa tidak boleh ada rangkap jabatan dalam kabinetnya.

Seperti diketahui, Jokowi pada periode kedua ini menunjuk Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto sebagai Menteri Koordinator Bidang Ekonomi. Pangi pun menduga penunjukan itu merupakan sinyal Jokowi tak lagi merestui Airlangga menjadi Ketua Umum Golkar.

BACA JUGA

    "Jangan-jangan Jokowi ingin Airlangga fokus di kabinetnya, apalagi ditunjuk sebagai Menko. Itukan tugasnya berat," kata Pangi.

    Pangi menambahkan, Jokowi tidak punya beban politik seperti periode pertama menjadi Presiden, karena tidak mungkin diusung pada Pilpres 2024.

    "Kecuali fokus bekerja dan memenuhi janji-janji politiknya, dan itu butuh pembantu-pembantu yang fokus dan mencurahkan waktunya membantu presiden. Tidak menjadi menteri sambil mengurus partai atau sebaliknya," tambah Pangi.

    Sedangkan Pengurus Pusat SOKSI Freddy Latumahina mengatakan kepemimpinan Partai Golkar selama dua tahun terakhir telah banyak keluar dari aturan sistem dan mekanisme organisasi, sehingga butuh figur baru untuk mengembalikan gerbong Partai Golkar kepada relnya.

    Sponsored

    "Dua tahun ini Partai Golkar tidak dikelola sebagaimana mestinya. Prinsip kolektif dalam pengambilan keputusan organisasi telah dicampakan. Yang ada hanyalah mementingkan sekelompok elit tertentu. Tak heran jika kaderisasi di tubuh Partai Golkar menjadi mati. Hal ini semakin menjauhkan Partai Golkar dari marwah partai karya ke karyaan," ujar Freddy beberapa waktu lalu.

    Untuk itu, dia meminta Airlangga fokus membantu Presiden dengan menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik. Jangan sampai para menteri, khususnya yang berada di bidang ekonomi, terpecah konsentrasinya dengan urusan politik. 

    "Partai Golkar sudah mempercayakan Airlangga Hartarto untuk membantu Presiden Joko Widodo sebagai Menko Perekonomian. Kepercayaan tersebut harus dijaga dengan baik. Karena itu, Airlangga Hartarto sudah sepatutnya fokus menjalankan amanah dari Presiden Joko Widodo," tegas Freddy.

    Golkar Golkar
    Julius Abner Azel
    Julius Abner Azel