sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Jangan panik jika ada KIPI dari vaksinasi Covid-19

Telah beredar informasi soal KIPI yang terdapat dimuat dalam laman berita di Indonesia beberapa hari terakhir.

Lismei Yodeliva
Lismei Yodeliva Rabu, 19 Mei 2021 19:41 WIB
Jangan panik jika ada KIPI dari vaksinasi Covid-19

Dalam informasi itu disebutkan, orang yang telah divaksinasi tidak boleh langsung pulang. Ia harus menunggu dulu setidaknya 30 menit, baru bisa dinyatakan pulang ke rumah. Tujuan menunggu di klinik atau rumah sakit selama 30 menit adalah memantau ada atau tidaknya KIPI.

Sebenarnya, KIPI tidak hanya berlaku untuk vaksin Covid-19, melainkan juga untuk semua vaksinasi. Karena vaksin korona ini terbilang baru, masyarakat jadi merasa asing dengan prosedur tersebut. Padahal, hal ini tidak jauh berbeda dari vaksinasi lainnya.

KIPI adalah singkatan dari kejadian ikutan pasca-imunisasi. Semua kejadian atau reaksi medis yang terjadi setelah pasien disuntikkan vaksin akan menjadi perhatian tenaga medis yang bertugas. Bila 30 menit tidak ada reaksi yang patut dikhawatirkan, pasien bisa pulang. KIPI terdiri dari tiga jenis reaksi, yaitu: Reaksi lokal seperti nyeri atau bengkak, lalu reaksi sistemik dengan gejala demam, nyeri otot, nyeri sendi, lemas, dan sakit kepala. Yang terakhir reaksi lain yaitu seperti mengalami alergi.

Ketiga reaksi tersebut tidak hanya menjadi KIPI Vaksin Sinovac. Semua vaksin memiliki KIPI yang sama. Dari kedua reaksi yang terjadi, reaksi lokal dan sistemik yang paling sering muncul dan terjadi setelah seseorang divaksin. Dan masyarakat yang mendapatkan vaksin tidak perlu khawatir, sebab dua reaksi tersebut sangat umum dan mudah hilang.

BACA JUGA

    Untuk memantau dan menanggulangi KIPI vaksin Covid-19, Menteri Kesehatan bersama gubernur telah membentuk komite nasional dan daerah. Dari laporan yang diterima, kasus yang terjadi adalah KIPI ringan dan koinsiden (tidak berhubungan dengan pemberian vaksinasi tersebut).

    Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menghimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika adanya KIPI. Dijelaskan sebelumnya prosedur terkait pengaduan KIPI yakni, pertama, bagi masyarakat penerima vaksin yang mengalami KIPI segera melaporkan ke Puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan (faskes).

    Kedua, hasil pelacakan dilaporkan ke Pokja/Komda PP-KIPI untuk dilakukan analisis kejadian dan tindaklanjut kasus. Ketiga, apabila ditemukan dugaan KIPI serius, faskes melaporkan ke dinas kesehatan kabupaten/kota untuk dilakukan pelacakan. Keempat, KIPI yang meresahkan dan menimbulkan perhatian berlebihan masyarakat, harus segera direspons, diinvestigasi, dan dilaporkan melalui website resminya.

    Presiden Joko Widodo pun telah melakukan peninjauan pada Program Vaksinasi Gotong Royong yang dilakukan perdana di pabrik PT Unilever. Proses pengadaan vaksin gotong royong dilakukan oleh PT Bio Farma dan diawasi pemerintah.

    Sponsored

    Meskipun pemerintah sudah melakukan peninjauan ulang. Namun masih saja ada kematian setelah divaksin, misalnya saja saat di vaksin dengan AstraZeneca. Dan hal ini masih menjadi kesulitan bagi Komnas KIPI untuk melakukan penelusuran.

    Komisi Nasional KIPI menemukan kesulitan dalam menelusuri pemicu kematian seseorang, apakah karena Vaksin AstraZeneca atau tidak. Hal tersebut terjadi juga karena ketiadaan data untuk dianalisa, apalagi kalau sudah dalam kondisi meninggal saat sampai di rumah sakit. Ditambah dokter juga tidak sempat memeriksa lebih jauh sehingga tidak ada data sama sekali yang bisa ditelusuri.

    Untuk itu, masyarakat harus berperan aktif untuk memberikan informasi terkait dengan alasan apa pasien meninggal. Karena dengan begitu bisa dilakukan investigasi menyeluruh pada pihak terkait dan bisa memberikan data-data yang pasti untuk diselediki. Oleh karena itu, jangan sampai masyarakat merasa panik setiap ada kasus kematian yang terjadi di daerahnya.

    Covid-19 Covid-19
    Lismei Yodeliva
    Lismei Yodeliva