sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

KAI Belum Wajibkan Penumpang Kereta Jarak Jauh Swab Antigen

Kika sewaktu-waktu terdapat perubahan kebijakan mengikuti ketetapan dari pemerintah, maka PT KAI akan segera melakukan sosialisasi.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Kamis, 17 Des 2020 12:19 WIB
KAI Belum Wajibkan Penumpang Kereta Jarak Jauh Swab Antigen

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta memastikan wacana kewajiban tes swab polymerase chain reaction (PCR) dan rapid test Antigen bagi penumpang kereta jarak jauh belum berlaku hingga saat ini. 

Kepala Humas PT KAI Daop 1 Eva Chairunisa mengatakan entitasnya masih menunggu keputusan pemerintah lebih lanjut terkait kewajiban tes Covid-19 yang sudah diberlakukan untuk moda pesawat dan angkutan darat tersebut.

"Terkait perjalanan KA Jarak Jauh dari area Daop 1 Jakarta, dapat kami sampaikan bahwa sejauh ini KAI masih mengacu ke SE 14 Kemenhub tanggal 8 Juni 2020 dan SE 9 Gugus Tugas Covid-19 tanggal 26 Juni 2020," ujar Eva dalam keterangan tertulis yang diterima Alinea.id, Kamis (17/12).

Lebih lanjut, Eva menjelaskan bahwa masyarakat yang akan menggunakan KA Jarak Jauh diharuskan untuk menunjukkan Surat bebas Covid-19 (Tes PCR/Rapid Test Antibodi) yang masih berlaku (14 hari sejak diterbitkan) atau surat keterangan bebas gejala seperti influenza (influenza-like illness) yang dikeluarkan oleh dokter rumah sakit/puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas Tes PCR dan/atau Rapid Test Antibodi.

BACA JUGA

    "Jika sewaktu-waktu terdapat perubahan kebijakan mengikuti ketetapan dari pemerintah, maka PT KAI akan segera melakukan sosialisasi," ujarnya.

    Wacana kewajiban tes rapid Antigen bagi penumpang kereta jarak jauh sebelumnya dicetuskan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Luhut mengatakan aturan yang sama berlaku bagi penumpang pesawat khusus masa angkut libur Natal dan tahun baru.

    “Rapid test antigen ini memiliki sensitivitas yang lebih baik bila dibandingkan rapid test antibodi," ujar Luhut.

    Lantaran belum ada ketentuan resmi dari pemerintah pusat, Eva mengatakan operasional KAI menjelang libur akhir tahun akan merujuk pada beleid lama. Berikut ini aturan-aturan yang berlaku:

    Sponsored

    1. Penumpang membawa dokumen rapid test
    Mengacu pada SE Menteri Perhubungan Nomor 14 Tahun 2020 dan SE Gugus Tugas Nomor 9 Gugus Tahun 2020, penumpang kereta api diwajibkan mengantongi bukti dokumen tes kesehatan. Syarat bisa berupa hasil tes swab PCR yang menunjukkan negatif Covid-19 atau rapid test yang menampilkan respons non-reaktif corona. Dokumen ini berlaku untuk 14 hari kerja sejak hasil tes terbit. Bila suatu daerah tidak memiliki fasilitas tes PCR maupun rapid test, penumpang dapat menunjukkan surat bebas influenza.

    2. Kapasitas penumpang kereta dibatasi
    KAI masih membatasi kapasitas penumpang per kereta maksimal 70 persen dari kursi yang disediakan. Kebijakan tersebut ditetapkan agar penumpang tetap bisa menjaga jarak saat berada di dalam kereta.

    3. Penumpang harus menggunakan face shield
    Selama dalam perjalanan, penumpang diwajibkan menggunakan faceshield atau pelindung muka. KAI akan membagikan faceshield kepada penumpang. Selain itu, penumpang disarankan menggunakan pakaian lengan panjang. Adapun penumpang yang memiliki suhu di atas 37,3 derajat Celcius akan dilarang naik ke kereta. KAI akan mengembalikan biaya pemesanan tiket bagi penumpang dengan suhu tinggi.

    4. Penumpang wajib melaksanakan protokol kesehatan
    KAI meminta penumpang disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, baik di stasiun maupun kereta. Protokol kesehatan itu meliputi 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak.

    Menurut Eva, perseroannya telah menyiapkan sejumlah fasilitas yang mendukung protokol kesehatan. Misalnya, menyediakan wastafel dan sanitizer serta menyemprotkan cairan disinfektan di stasiun dan kereta.

    Covid-19 Covid-19
    Eka Setiyaningsih
    Eka Setiyaningsih