sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kemenparekraf sosialisasikan penerapan protokol CHSE kepada ekspatriat India

Kemenparekraf/Baparekraf memperkenalkan penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE kepada ekspatriat India yang ada di Indonesia.

Lismei Yodeliva
Lismei Yodeliva Rabu, 11 Nov 2020 23:02 WIB
Kemenparekraf sosialisasikan penerapan protokol CHSE kepada ekspatriat India

Tahun 2000, berdiri komunitas Indoindians yang berperan untuk menghubungkan dan mendukung para diaspora India di Indonesia. Lewat lamannya, www.indoindians.com, komunitas ini bertindak sebagai jembatan informasi daring bagi para diaspora India di Indonesia dan warga India yang tertarik dengan kebudayaan dan pariwisata Indonesia.

Guna mempublikasikan penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE  (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) di destinasi-destinasi wisata yang ada di Indonesia ke pasar internasional, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pun mengajak komunitas Indoindians bekerjasama dan membuat sebuah kegiatan perjalanan.

Kemenparekraf/Baparekraf memperkenalkan penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) kepada ekspatriat India yang ada di Indonesia melalui kegiatan perjalanan wisata pengenalan atau familiarization trip (fam trip) ke Bali dan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dari siaran resmi Kemenparekraf/Baparekraf, Rabu (11/11/2020), Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf, Nia Niscaya memberi keterangan terkait acara yang berlangsung 4-9 November tersebut.

BACA JUGA

    “Famtrip ini memang bertujuan untuk memberikan gambaran kesiapan destinasi di Indonesia kepada masyarakat India. Melalui pengalaman kegiatan yang dibagikan di sosial media para peserta dari komunitas Indondians, mereka akan tahu bahwa Indonesia telah menerapkan protokol kesehatan secara ketat sehingga aman untuk bepergian ke wilayah Indonesia,” terang Nia Niscaya.

    Nia menuturkan, kegiatan ini diikuti oleh ekspatriat India yang ada di Indonesia dengan berbagai latar belakang profesi seperti jurnalis, fotografer, pengusaha, dan influencer. Mereka diajak untuk mengunjungi destinasi wisata yang ada di Bali dan Labuan Bajo.

    Berbeda dengan Famtrip yang dilaksanakan sebelum adanya pandemi, kali ini peserta diwajibkan untuk melakukan rapid test H-1 keberangkatan dan SWAB test langsung setibanya di Jakarta. Selain itu, protokol kesehatan juga telah diterapkan di setiap destinasi wisata, hotel, dan restoran yang didatangi peserta.

    Kegiatan para peserta di Bali dan Labuan Bajo pun beraneka ragam. Di Bali, peserta diajak menikmati pengalaman mengendarai ATV, mengikuti kelas yoga dengan Master Ketut Arsana, rafting di sungai Ayung dan menikmati spa di Karsa Spa. Sementara di Labuan Bajo, peserta diajak berlayar ke Taman Nasional Komodo sekaligus live on board dengan Sea Safari Cruise VII, trekking di Loh Liang dan Pulau Padar, serta snorkeling di Pink Beach.

    Sponsored

    Direktur Pemasaran Pariwisata Regional II Kemenparekraf/Baparekraf, Raden Sigit Witjaksono, menjelaskan bahwa usai pelaksanaan famtrip ini para peserta diwajibkan mengunggah konten mengenai pengalaman mereka melalui media sosial masing-masing dengan menggunakan hashtag #InDOnesiaCARE, #WonderfulIndonesia dan #FromIndonesiaWithLove. 

    “Selain itu, peserta juga diminta menulis feature atau artikel terkait kegiatan ini dan akan dipublikasikan ke media yang ada di India. Dengan demikian, informasi mengenai penerapan protokol CHSE di Indonesia dapat tersebar lebih luas,” ucap Sigit.
     

    Covid-19 Covid-19
    Lismei Yodeliva
    Lismei Yodeliva