sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Masyarakat rentan akan mulai divaksin Covid-19 tahap ketiga

Pemberian vaksin kepada masyarakat rentan dinilai salah satu upaya yang dilakukan untuk mensosialisasi vaksin pada masyarakat.

Lismei Yodeliva
Lismei Yodeliva Kamis, 20 Mei 2021 12:29 WIB
Masyarakat rentan akan mulai divaksin Covid-19 tahap ketiga

Sebelumnya, vaksinasi telah dilakukan pada kelompok prioritas, seperti tenaga kesehatan dan petugas publik. Kali ini untuk tahap ketiga vaksinasi Covid-19 akan menyasar kelompok masyarakat rentan yang tinggal di zona merah. Tahap ketiga vaksinasi Covid-19 ini sudah dimulai di DKI Jakarta dan dalam kurun 5-18 Mei 2021, terutama di beberapa kawasan kumuh, yang memang sudah dilakukan divaksinasi.

Vaksinasi tahap ketiga yang sudah mulai dijalankan di Provinsi DKI Jakarta menjadi penanda pemerintah mempercepat tahapan vaksinasi untuk melindungi masyarakat yang rentan. Alasan dibalik pemberian vaksinasi yang bertahap adalah karena mempertimbangkan rekomendasi WHO dan juga melihat situasi dan kondisi setiap negara dalam. Hal ini dikatakan langsung oleh Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes,  Siti Nadia Tarmizi.

Selain itu, pertimbangan menetapkan kelompok sasaran vaksinasi karena melihat adanya ketersediaan vaksin. Kedatangan vaksin yang bertahap inilah yang menjadikan pemerintah menentukan prioritas sejak tahap pertama hingga sekarang memasuki tahapan ketiga.

Penerima vaksin pun memiliki beberapa kriteria yang memang harus diperhatikan. Mereka adalah masyarakat rentan yang terlihat dari aspek geo spasial, artinya yang tinggal di daerah dengan angka kejadian Covid-19 yang tinggi atau zona merah. Selain dilihat dari aspek geo spasial, kriteria lainnya adalah dari segi sosial ekonomi lemah dan masyarakat kurang beruntung, serta kelompok marginal Ibu Kota, termasuk penyandang disabilitas dan orang dengan gangguan jiwa.

BACA JUGA

    Provinsi DKI Jakarta menjadi salah satu tempat yang saat ini sudah dilaksanakan vaksinasi tahap ketiga, alasannya tentu saja karena kasus Covid-19 yang cenderung terus mengalami peningkatan, serta masyarakat Jakarta yang memiliki status sosial dan ekonomi yang sangat beragam. Tentunya menyadarkan masyarakat untuk menjaga agar tidak terpapar Covid-19 serta  menyebarkan virusnya, sama susahnya dengan memsosialisasi masyarakat untuk mau melakukan vaksinasi.

    Intinya masyarakat jangan jadi terlalu pemilih pada vaksin dengan merek tertentu saja, Seharusnya apa yang telah diberikan pemerintah bisa diapresiasi dengan baik. Karena semua vaksin itu sama baiknya, karena vaksin yang diberikan kepada masyarakat adalah yang lolos uji klinik tahap tiga dan masuk daftar WHO, dan tentunya kualitas keamanan dan manfaatnya sama serta aman.

    Pemberian vaksin AstraZeneca ini menyasar usia 18 tahun ke atas di RW-RW kumuh yang ada di Jakarta. Hal ini sudah tertuang pada Peraturan Gubernur Nomor 90 Tahun 2018 tentang Peningkatan Kualitas Permukiman dalam Rangka Penataan Kawasan Permukiman Terpadu.

    Pemetaan kriteria sasaran vaksinasi tahap tiga di DKI ini dimulai dari yang pertama yaitu 445 warga di RW kumuh ibu kota, lalu kedua RW yang menjadi transmisi lokal dari mutasi atau varian baru virus corona, terakhir yang ketiga RT/RW yang masuk dalam kategori zonasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

    Sponsored

    Mengenai strategi pemetaan, sebenarnya Indonesia juga belajar dari negara-negara lain yang memang tengah melakukan program vaksinasi. Salah satunya India yang juga memiliki kemiripan karakteristik aspek geospasial dengan Indonesia pun juga menjadi pertimbangan Pemprov DKI.

    Masyarakat hanya diminta untuk tetap patuh pada protokol kesehatan 3M, yaitu memakai masker, Menjaga jarak serta menghindari kerumunan, dan rutin mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer. Selain itu, ikut membantu pemerintah untuk mensukseskan program vaksinasi Covid-19, dengan ikut menjadi orang-orang yang mau divaksin.

    Kesehatan memang menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi jika pemerintah sudah memberikan pelayanan kesehatannya yang terbaik kepada masyarakat, tetapi Covid-19 terus mengalami peningkatan. Itu artinya, masyarakat tidak memperdulikan kesehatan mereka sendiri.

    Covid-19 Covid-19
    Lismei Yodeliva
    Lismei Yodeliva
    Ramai-ramai melepas jerat fast fashion

    Ramai-ramai melepas jerat fast fashion

    Sabtu, 12 Jun 2021 08:10 WIB
    Pilu di balik pembatalan ibadah haji

    Pilu di balik pembatalan ibadah haji

    Jumat, 11 Jun 2021 07:19 WIB