sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Panduan mengatur keuangan di masa pandemi

Langkah paling utama adalah tetap tenang dan jangan panik untuk kembali menata kondisi keuangan dalam skala mikro atau rumah tangga.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Selasa, 20 Okt 2020 09:49 WIB
Panduan mengatur keuangan di masa pandemi

Pandemi coronavirus jenis baru (Covid-19) telah menjangkiti populasi manusia di berbagai negara, termasuk Indonesia. Selain berdampak pada kesehatan, pandemi ini juga berimbas pada laju ekonomi yang lesu.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk bekerja dari rumah atau work from home guna mencegah penyebaran virus yang berasal dari Wuhan, China itu. Alhasil, kebijakan ini merugikan sebagian masyarakat yang menggantungkan pendapatannya dari pekerjaan yang tidak bisa dilakukan di rumah.

Ada orang-orang yang masih mendapatkan gaji dengan besaran normal di tengah pandemi ini, tapi ada pula yang pemasukannya berkurang drastis karena pekerjaan tertunda akibat kebijakan physical distancing.

Pengeluaran pun bisa membengkak karena harus membeli kebutuhan pokok yang lebih banyak dari jumlah biasanya untuk stok di rumah. Sementara, pendapatan masih sama saja. Oleh sebab itu, kita harus pandai mengelola keuangan dalam kondisi seperti ini.

BACA JUGA

    Saat pandemi seperti ini, Co-Founder Halofina dan Financial Planner Eko Priyo Pratomo mengatakan, langkah paling utama adalah tetap tenang dan jangan panik untuk kembali menata kondisi keuangan dalam skala mikro atau rumah tangga.

    “Yang pertama adalah fokus untuk kembali membangun kembali dana darurat. Ini penting karena kita tidak pernah tahu bagaimana nanti kondisi hari-hari ke depan,” kata Eko mengutip situs web Satuan Tugas Penanganan Covid-19.

    Langkah berikutnya yaitu melakukan rebudgeting agar sebisa mungkin hidup dengan minimalis dan bisa menabung rutin. Selanjutnya membuat neraca keuaangan atau daftar aset dan utang. "Jika ada utang, sebisa mungkin dilunasi dengan aset yang ada," ujar dia.

    Membangun kembali dana darurat atau aset juga bisa dilakukan dengan investasi.

    Sponsored

    “Dengan kondisi saat ini menurut saya, memang harus hati-hati tapi jangan lupa untuk tetap investasi. Kuncinya adalah spesifik objektif, measurable atau terukur, dan target yang jelas” tegasnya.

    Dihubungi terpisah, Perencana Keuangan dari Zielts Consulting, Ahmad Gozali mengatakan, saat seperti ini bukan masalah berapa banyak penghasilan yang didapat, tetapi seberapa aman penghasilannya terhadap gerakan di rumah saja.

    "Walaupun penghasilannya besar, tapi mengandalkan kerumunan orang. Maka penghasilannya akan terjun bebas sekarang ini," kata Ahmad.

    Bagi pekerja yang memiliki gaji UMR dan statusnya karyawan tetap di perusahaan besar atau aparatur sipil negara (ASN), Ahmad menilai penghasilannya aman walaupun harus bekerja di rumah. Dengan demikian, lanjut Ahmad, tantangan saat ini bukan mengatur pengeluaran, namun menganmankan penghasilan. 

    Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini Sutikno menilai, saat pandemi terjadi, kita memang perlu ketat mengatur sumber keuangan. Ia menyarankan, untuk menjaga likuiditas dengan menyediakan uang tunai baik cash maupun tabungan yang cukup. 

    "Sehingga, jika terjadi kondisi darurat mudah untuk mengambilnya," kata Mike.

    Mike mengatakan, saat ini beberapa barang  juga mulai mahal. Ada kenaikan harga terutama di barang konsumsi segar. Meski demikian, ia menyarankan jangan asal beli yang murah dan banyak, namun melalaikan gizi. 

    Oleh sebab itu, Mike menyarankan saat work from home seperti ini tetap mementingkan pengeluaran prioritas, seperti kebutuhan sembako serta barang-barang kesehatan dan kebersihan.

    Berikut tips dalam mengelola keuangan di tengah pandemi Covid-19 :

    1. Coba ukur seberapa besar dampak pandemi terhadap penghasilan. Apakah tetap tidak berubah, menurun sedikit, atau sangat terganggu.

    • Jika tak berubah, kelola uang seperti biasa, misalnya 40-30-20-10 (40% biaya hidup atau pengeluaran rutin, 30% cicilan dan tagihan, 20% tabungan dan investasi, dana darurat). Jika memungkinkan, saling membatu untuk orang lain yang terdampak. 
    • Jika ada penurunan tapi kecil, maka pengeluaran bisa dikurangi, seperti makan di luar. Kita juga telah dibantu dalam menghemat pengeluaran transportasi saat bekerja. 
    • Jika penghasilannya berubah drastis selama work from home, maka saatnya menggunakan dana cadangan atau dana darurat.

    2. Tidak belanja berlebihan, belanjalah sesuai kebutuhan. Sebelum membeli, usahan catat barang-barang yang ingin dibeli.

    3. Buat daftar belanja untuk satu bulan ke depan (barang non fresh) dan satu minggu ke depan (barang fresh).

    4. Jangan mudah tergiur promo diskon atau cashback dari aplikasi online jika barangnya tidak sesuai kebutuhan. Namun jika barangnya sesuai dengan kebutuhan, momentum itu bisa dimanfaatkan.

    tips tips
    Covid-19 Covid-19
    Eka Setiyaningsih
    Eka Setiyaningsih