sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Optimistis ekonomi Indonesia bisa berjalan baik

Pergerakan ekonomi Indonesia terus-menerus mengalami peningkatan yang cukup baik.

Lismei Yodeliva
Lismei Yodeliva Kamis, 20 Mei 2021 18:27 WIB
Optimistis ekonomi Indonesia bisa berjalan baik

Ini menjadi salah satu pendongkrak optimisme masyarakat terhadap perekonomian Indonesia. Bahkan, Bank Indonesia pernah melakukan survei dan mengindikasikan bahwa kondisi ekonomi Indonesia mengalami perbaikan. Hal ini tercermin dari indeks keyakinan konsumen, atau IKK April 2021, yang untuk pertama kalinya masuk ke zona optimistis sejak April 2020.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan menyatakan, salah satu kunci utama pemulihan dan ketahanan ekonomi Indonesia terletak pada keberhasilan pemerintah dalam pengendalian kasus Covid-19 dan pelaksanaan vaksinasi yang menumbuhkan optimisme.

Menurutnya, meski kasus positif masih fluktuatif, secara nasional menunjukkan tren penurunan rata-rata kasus dan kematian harian. Hasil monitoring juga menunjukkan kepatuhan protokol kesehatan cukup bagus.

Peningkatan terjuga bisa terlihat dari pembelian di dalam negeri yang mengalami peningkatan dibeberapa kategori produk, yaitu digital, fesyen, kecantikan, makanan dan minuman, serta perlengkapan rumah tangga banyak mengalami peningkatan yang cukup baik.

BACA JUGA

    Melihat indikator-indikator ekonomi, berbagai lembaga keuangan seperti IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berkisar pada 4,5-5 persen tahun ini. Faktor pendukung selain pengendalian Covid-19 dan vaksinasi yang mendorong perekonomian Indonesia menuju positif adalah konsumsi, produktivitas industri, dan ekspor-impor.

    Optimisme konsumen di Indonesia juga dikarenakan pemerintah memberikan stimulus dan bantuan ekonomi yang tepat selama pandemik, ditambah program vaksinasi yang disosialisasi dengan baik.

    Dalam hal pemulihan ekonomi secara menyeluruh, Kementerian Perdagangan memang ingin memfokuskan upaya mereka untuk menyediakan bahan makanan pokok dengan harga stabil dan mendampingi UMKM untuk meningkatkan kapasitasnya.

    Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ini menjadi salah satu kunci pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut jumlah UMKM mencapai 64 juta atau 99,9 persen dari keseluruhan usaha yang beroperasi di Indonesia. Lebih dari 60 persen PDB berasal dari UMKM dan lebih dari 90 persen tenaga kerja diserap oleh UMKM. Hal ini membuat geliat UMKM sangat berpengaruh terhadap ekonomi nasional.

    Sponsored

    Asisten Deputi Pengembangan Kawasan dan Rantai Pasok Kemenkop UKM Ari Anindya Hartika menjelaskan, ada beberapa program yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan pelaku UMKM di masa pandemi. Pertama, memberikan kemudahan perizinan usaha. Kedua, pengembangan kemitraan strategis UMKM kepada perusahaan besar. Ketiga, perluasan pasar dan ruang partisipasi UMKM kepada proyek infrastruktur publik.

    Pandemi Covid-19 telah mengubah perilaku konsumen secara radikal. Pola konsumsi barang dan jasa dari luring (offline) ke daring (online) kini meningkat, sehingga memaksa pelaku usaha untuk menyesuaikan dengan kondisi dan bertranformasi secara digital.

    Meski begitu, dalam bertranformasi secara digital ini tidaklah mudah, karena di lapangan masih ditemui berbagai kendala penyesuaian. Memang, secara tidak langsung masyarakat dipaksa untuk bertransformasi digital. Tidak hanya secara ekonomi, bahkan di dunia pendidikan, masyarakat di paksa untuk menggunakan media digital untuk melakukan sekolah online.

    Tentu saja ini menjadi sulit diterapkan, karena tidak semua orang memiliki akses yang baik terhadap internet atau bahkan memiliki gawai untuk bersekolah online. Ini juga menjadi kesulitan bagi penjual yang biasa menjual secara langsung di jalan-jalan dengan gerobak atau di toko-toko yang menetap. Mereka harus mengadaptasi kebiasaan baru yaitu berjualan via online agar jualan mereka tetap laku terjual. Yang tentu saja berimbas pada perekonomian mereka masing-masing.

    Bahkan pemanfaatan digitalisasi ini bisa dilhat juga pada pergerakan di sektor-sektor tertentu seperti misalnya logistik, kesehatan, atau e-commerce, yang memang pada akhirnya berkembang dan tumbuh dengan memanfaatkan digitalisasi.

    Pemerintah dalam hal ini Kemenkop UMKM kini terus fokus dalam digitalisasi UMKM sebagai salah satu pilar untuk memajukan sektor ini. Kemenkop UKM terus mendorong sektor informal menjadi formal, mendorong UMKM ke dalam rantai pasok, serta transformasi wirausaha produktif.

    Memang yang perlu diubah dari pelaku UMKM Indonesia adalah mindset-nya. Karena jika ingin bisa maju dan berkembang, harus menghilangkan rasa ketakutan dalam mencoba sesuatu. Apalagi usia rata-rata pelaku UMKM ini memang sudah tidak muda lagi.

    Mereka cenderung takut dengan komputer atau bahkan pembayaran digital. Kadang-kadang itulah yang menjadi masalah. Di sinilah peran Kemenkop UMKM yang perlu memberikan edukasi kewirausahaan sehingga lebih berani berjualan di ekosistem digital.

    Selain digitalisasi, ada juga hal-hal nondigital yang perlu dimiliki juga oleh pelaku UMKM, seperti kemampuan untuk meningkatkan penjualan, mengefisienkan operasi, dan akses kepada permodalan. Di masa pandemi saat ini, diharapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa terus meningkat yang juga akan diiringi dengan optimisme masyarakat dan para pelaku UMKM.

    Covid-19 Covid-19
    Lismei Yodeliva
    Lismei Yodeliva
    Ramai-ramai melepas jerat fast fashion

    Ramai-ramai melepas jerat fast fashion

    Sabtu, 12 Jun 2021 08:10 WIB
    Pilu di balik pembatalan ibadah haji

    Pilu di balik pembatalan ibadah haji

    Jumat, 11 Jun 2021 07:19 WIB