sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Apa saja aturan pengetatan perjalanan setelah larangan mudik 18-24 Mei?

Masa berlaku pengetatan perjalanan yakni mulai dari 18 Mei 2021 hingga 24 Mei 2021 mendatang.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Rabu, 19 Mei 2021 12:15 WIB
 Apa saja aturan pengetatan perjalanan setelah larangan mudik 18-24 Mei?

Pemerintah melakukan pengetatan perjalanan setelah larangan mudik lebaran 2021 atau Hari Raya Idul Fitri 1442 H. Pengetatan perjalanan ini diatur melalui Adendum Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021. 

Adendum tersebut mengatur tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pegendalian Penyebaran Covid-19 selama Ramadhan 1442 H pelaku perjalanan dalam negeri diperketat selama H-14 dan H+7 peniadaan mudik lebaran.

Masa berlaku pengetatan perjalanan yakni mulai dari 18 Mei 2021 hingga 24 Mei 2021 mendatang. Lantas, apa saja syarat perjalanannya?

1. Transportasi darat 

BACA JUGA
    • Kendaraan pribadi 

    Bagi pelaku perjalanan darat dengan kendaraan pribadi diimbau melakukan tes antigen, PCR, atau GeNose dalam waktu 1x24 jam sebelum keberangkatan. 

    • Kendaraan umum 

    Bagi pelaku perjalanan transportasi umum jalur darat, akan dilakukan tes Covid-19 secara acak oleh Satgas Covid-19 daerah. 

    • Kereta api 

    Bagi pelaku perjalanan kereta api antarkota wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif PCR, antigen, atau GeNose maksimal 1x24 jam. 

    Adapun pelaku perjalanan darat diimbau mengisi e-HAC Indonesia. 

    Sponsored

    2. Transportasi laut 
    Pelaku perjalanan transportasi laut wajib menunjukkan surat negatif Covid-19, baik PCR atau antigen dengan sampel diambil dalam kurun waktu maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan. 

    Selain surat tersebut, pelaku perjalanan jalur laut diberikan opsi lain yaitu tes negatif GeNose C19 di pelabuhan. Pelaku perjalanan penyeberangan laut diwajibkan menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes PCR atau antigen yang sampelnya diambil dalam waktu maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan. 

    Pelaku perjalanan penyeberangan laut tetap mengisi e-HAC Indonesia. Perjalanan laut di wilayah aglomerasi atau pelayaran terbatas dalam satu wilayah kecamatan/kabupaten/provinsi tak wajib menunjukkan surat hasil tes Covid-19 baik PCR, antigen, atau GeNose C19. 

    3. Transportasi udara 
    Pelaku perjalanan transportasi udara wajib menunjukkan surat negatif Covid-19, baik PCR atau antigen dengan sampel diambil dalam kurun waktu maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan atau tes negatif GeNose C19 di bandara. 

    Ditegaskan bahwa pelaku perjalanan jalur udara wajib mengisi e-HAC Indonesia. Sementara bagi anak berusia di bawah 5 tahun tidak diwajibkan melakukan tes Covid-19 sebagai syarat perjalanan. 

    Jika hasil tes negatif namun pelaku perjalanan menunjukkan gejala, maka yang bersangkutan tidak diperbolehkan melanjutkan perjalanan, serta wajib melakukan tes PCR dan isolasi mandiri selama waktu tunggu pemeriksaan. 

    Lebih lanjut, perjalanan rutin dengan transportasi darat, baik kendaraan pribadi atau umum dalam satu wilayah aglomerasi perkotaan tak wajib menunjukkan surat hasil tes PCR, antigen, atau GeNose sebagai syarat perjalanan. Meski begitu, pemerintah akan mengadakan tes acak di beberapa wilayah dan rest area.

    Covid-19 Covid-19
    Eka Setiyaningsih
    Eka Setiyaningsih