sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Penting, atasi pandemi secara preventif-kolektif

Upaya preventif secara kolektif dinilai perlu dalam upaya melandaikan kenaikan kasus Covid-19.

Lismei Yodeliva
Lismei Yodeliva Kamis, 17 Jun 2021 09:26 WIB
Penting, atasi pandemi secara preventif-kolektif

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyebut, dengan melakukan upaya ini, maka setiap orang punya peranan penting memutus mata rantai penularan. Belajar dari penambahan kasus pada Maret 2020, kasus korona terus bertambah disebabkan oleh belum terbentuknya kekompakan masyarakat dalam menjalankan upaya pencegahan. Dan saat itu Covid-19 merupakan penyakit baru dan pengetahuan terkaitnya masih sangat minim.

"Hal ini akhirnya berimbas pada kenaikan kasus positif dan menipisnya kapasitas pelayanan kesehatan," Wiku memberi keterangan pers Perkembangan Penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Kamis (17/6/2021), yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Merujuk pada hasil studi Matraj dan Leung (2020), semakin dini intervensi pencegahan, maka semakin berdampak melandainya kurva kasus dan menguatnya kapasitas sistem kesehatan. Karena upaya pencegahan penyakit menular seperti Covid-19 bersifat multipilikatif.

"Makanya, dari setiap 1 kasus dicegah, berperan besar menekan meluasnya penularan," imbuhnya.

BACA JUGA

    Pada upaya preventif ialah melakukan 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan) secara disiplin, memasifkan 3T (testing, tracing, dan treatment), menjauhi kerumunan, menunda perjalanan tidak mendesak, memasifkan vaksinasi, khususnya pada populasi berisiko tinggi, dan memperbaiki manajemen pelayanan kesehatan serta sistem kerja tenaga kesehatannya.

    Namun, perlu pula dipahami bahwa upaya pencegahan yang baik harus terus dilakukan secara konsisten. Karena selama masa pandemi belum berakhir, peluang penularan masih ada, seperti yang terjadi pascalibur panjang yang menimbulkan kenaikan kasus

    Untuk itu patut disadari, bahwa kehidupan masa pandemi tidaklah mudah dan banyak berimbas pada berbagai hal. Dan ini tidak hanya soal sehat dan sakit, tetapi menyentuh kepentingan lainnya.

    Dia menekankan, upaya pencegahan yang baik harus terus dilakukan secara konsisten. Karena selama masa pandemi belum berakhir, peluang penularan masih ada. “Tidak ada jalan lain untuk keluar dari pandemi melainkan mampu beradaptasi dengan kebiasaan-kebiasaan baru ini secara berkelanjutan."

    Sponsored

    Jaga jarak menjadi salah satu kampanye yang kerap digaungkan Pemerintah Indonesia, pemerintah di berbagai Negara, dan Badan Kesehatan Sedunia (WHO). Imbauan tersebut berkaitan erat dengan sifat virus korona yang menular antarmanusia dan penularan bisa terjadi melalui percikan.

    Virus ini dapat menyebar dari satu orang ke orang lainnya melalui tetesan kecil (droplet) dari hidung atau mulut pada saat batuk, bersin, atau berbicara. Bisa juga seseorang terinfeksi Covid-19 ketika tanpa sengaja menghirup droplet dari penderita. “Itulah sebabnya mengapa kita penting untuk menjaga jarak hingga kurang lebih satu meter dari orang lain.”

    Menurut WHO, jaga jarak bertujuan untuk memutus mata rantai Covid-19. Namun tak sedikit yang tetap berkumpul dengan jarak yang dekat. Padahal, Covid-19 bisa berakibat fatal bagi lansia yang memiliki berbagai penyakit seperti diabetes, jantung dan lainnya. Karena itu selalu digemakan petunjuk - petunjuk dan imbauan yang bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran virus korona, salah satunya adalah Mencuci tangan.

    Mencuci tangan hingga bersih menggunakan sabun dan air mengalir efektif membunuh kuman, bakteri, dan virus, termasuk virus korona. Hindari menyentuh area wajah. Virus korona dapat menyerang tubuh melalui area segitiga wajah, seperti mata, mulut, dan hidung. Area segitiga wajah rentan tersentuh oleh tangan, sadar atau tanpa disadari. Hindari berjabat tangan dan berpelukan. Menghindari kontak kulit seperti berjabat tangan mampu mencegah penyebaran virus korona.

    Untuk saat ini menghindari kontak adalah cara terbaik. Etika ketika bersin dan batuk. Ketika kita bersin dan batuk, tutup mulut dan hidung agar orang yang ada di sekitar tidak terpapar percikan kelenjar liur. Lebih baik gunakan tisu ketika menutup mulut dan hidung ketika bersin atau batuk. Jaga Jarak. Jaga jarak fisik atau physical distancing.

    “Dengan menerapkan physical distancing ketika beraktivitas di luar ruangan atau tempat umum, Anda sudah melakukan satu langkah mencegah terinfeksi virus korona. Jaga jarak Anda dengan orang lain sekitar satu meter. Hindari berkumpul dalam jumlah banyak,” papar dia.

    Covid-19 Covid-19
    Lismei Yodeliva
    Lismei Yodeliva