sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Penyimpangan kejiwaan di balik fenomena crosshijaber

Psikolog klinis memandang crosshijaber sebagai salah satu jenis perilaku yang menyimpang.

Alika Naila Putri
Alika Naila Putri Rabu, 16 Okt 2019 11:04 WIB
Penyimpangan kejiwaan di balik fenomena crosshijaber

Fenomena crosshijaber sedang ramai dibicarakan di media sosial. Crosshijaber berasal dari kata crossdressing, yakni aksi mengenakan pakaian yang tidak sesuai dengan jenis kelamin bawaan lahir.

Psikolog klinis memandang hal itu sebagai salah satu jenis perilaku yang menyimpang.

"Perilaku ini kalau dalam istilah medis dikenal dengan sebutan transvestisisme yakni perilaku yang sering kali dianggap sebagai suatu penyimpangan yang merupakan gangguan kejiwaan karena adanya keinginan dari seorang laki-laki atau perempuan yang mengenakan pakaian yang biasa dikenakan oleh jenis kelamin sebaliknya," kata psikolog klinis dari RSUD Wangaya, Denpasar, Bali Nena Mawar Sari.

Biasanya, kata Nena, perilaku transvestisisme berawal dari riwayat seseorang merasa tidak nyaman dengan identitas seksual yang dia miliki akibat adanya trauma di masa lalu.

BACA JUGA

    "Bisa jadi dia dulu mengalami pelecehan seksual sehingga dia merasa kalau memakai baju sebaliknya dia akan merasa nyaman," ujar Nena.

    Istilah crossdressing tak sama dengan kondisi transgender. Seseorang yang melakukan crossdressing disebut Nena bisa saja memiliki tujuan beragam mulai dari penyamaran untuk melakukan tindakan kriminal, hiburan atau ekspresi diri hingga mendapat kepuasan seksual.

    "Transvestisisme orientasi seksualnya sama dengan jenis kelamin yang dia miliki. Kalau transgender orientasi seksual dia berbeda dari jenis kelaminnya dan biasanya benar-benar tak mau kembali ke jenis kelamin yang dulu sampai dia melakukan transformasi misalnya dengan terapi hormon atau operasi kelamin," katanya.

    Menurut Nena, orang yang berperilaku transvestisisme bisa saja memiliki niat jahat yang bisa membahayakan. Tapi dia mengimbau masyarakat tidak panik kalau bertemu orang seperti ini.

    Sponsored

    "Segera pergi dari lokasi itu pelan-pelan dan langsung lapor pada yang berwajib. Masalahnya kita tidak pernah tahu apa motif mereka kan. Bisa saja mereka punya niat kriminal, kalau kita panik teriak-teriak dia bisa kalap yang tadinya cuma mau ambil dompet bisa saja membacok atau apa. Atau orang itu adalah ekshibisionis, di mana kalau kita bereaksi dengan perilakunya dia justru akan terpuaskan," kata Nena.

    Sementara jika transvestisisme masih di ranah yang tepat misalnya dalam dunia fesyen di mana dikenal dengan jenis fesyen androginus, maka hal tersebut masih bisa diterima, demikian Nena.

    Harry Style, anggota grup vokal One Direction, salah satu selebriti internasional yang pernah kedapatan beberapa kali melakukan crossdressing. Dia mengenakan jumpsuit wanita berwarna hitam yang dihiasi renda serta frills, pada ajang Met Gala 2019. 

    Kesehatan Kesehatan
    Julius Abner Azel
    Julius Abner Azel
    Memetik laba di tengah pandemi corona

    Memetik laba di tengah pandemi corona

    Selasa, 31 Mar 2020 17:51 WIB
    Nasib pekerja informal yang di ujung tanduk

    Nasib pekerja informal yang di ujung tanduk

    Senin, 30 Mar 2020 06:10 WIB