sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Program Vaksinasi Gotong Royong telah dimulai

Pemerintah telah resmi menjalankan Program Vaksinasi Gotong Royong sejak 18 Mei 2021.

Lismei Yodeliva
Lismei Yodeliva Kamis, 20 Mei 2021 19:39 WIB
Program Vaksinasi Gotong Royong telah dimulai

Vaksinasi tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengendalikan pandemi Covid-19. Program ini pun disambut dengan antusias pengusaha dan karyawan. Vaksin Gotong Royong diberikan secara gratis kepada karyawan. Adapun biayanya ditanggung oleh masing-masing perusahaan yang mendaftar.

Perusahaan Farmasi Kalbe pada tanggal 18 Mei 2021 telah melakukan vaksinasi gotong royong untuk karyawan dan keluarga. Vaksinasi ini dilakukan sebagai dukungan terhadap program pemerintah dalam upaya percepatan penanggulangan pandemi Covid-19. Pelaksanaan vaksinasi itu disaksikan  secara virtual oleh Presiden  Joko Widodo bersama 18 perusahaan lainnya.

Menurut Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Vidjongtius, Kalbe berencana melakukan vaksinasi kepada 16 ribu karyawan dan keluarga di seluruh Indonesia, tetapi pada tahap awal ini perusahaan baru mendapatkan vaksin sebanyak 6.000 dosis atau setara dengan penggunaan untuk 3.000 karyawan. Vaksinasi gotong royong ini juga melibatkan tenaga kesehatan dan petugas yang berasal dari karyawan Kalbe serta anak perusahaannya.

Program Vaksinasi Gotong Royong diharapkan mampu meminimalkan penyebaran Covid-19 sehingga para karyawan dapat bekerja lebih produktif dan merasa aman sehingga dapat terus menghasilkan produk-produk kesehatan serta layanan kesehatan yang semakin baik untuk seluruh masyarakat di Indonesia.

BACA JUGA

    Meskipun sudah divaksinasi, karyawan dan keluarga tetap harus disiplin jalankan protokol kesehatan dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Vaksinasi bukan segalanya dan potensi tertular Covid-19 tetap ada.

    Penerima vaksin tahap pertama diutamakan karyawan yang bertugas di lapangan, yakni tim sales marketing, outlet, distribusi, dan karyawan pabrik yang berlokasi di Jabodetabek. Sementara, untuk karyawan dan keluarga yang didaftarkan untuk vaksinasi adalah karyawan beserta suami atau istri dan anak yang sah. Dengan persyaratan tidak memiliki komorbid, belum pernah mendapatkan vaksinasi dari pemerintah serta berusia antara 18-23 tahun.

    Presiden Jokowi mengharapkan Program Vaksinasi Gotong Royong ini bisa mempercepat target vaksinasi di Indonesia. Dengan demikian, pabrik atau industri dapat berproduksi secara normal sehingga mampu ekonomi di Indonesia bisa pulih kembali.

    Harga vaksin gotong royong telah ditetapkan oleh pemerintah lewat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/4643.2021. Keputusan yang telah diteken oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin pada 11 Mei 2021 yang lalu menjelaskan bahwa harga vaksin gotong royong buatan Sinopharm adalah Rp 321.660 per dosis.

    Sponsored

    Akan tetapi, tarif pelayanan vaksinasi belum termasuk di dalam harga tersebut. Dijelaskan juga bahwa tarif pelayanan vaksinasi sebesar Rp 117.910 per dosis. Maka dengan begitu jika dijumlahkan total harga sekali penyuntikan Rp 439.570 hingga hampir mendekati Rp 900.000 untuk dua kali penyuntikan.

    Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, vaksinasi gotong royong ini gratis diberikan kepada seluruh karyawan, karyawati, buruh, dan keluarga yang pendanaannya ditanggung oleh perusahaan tempat mereka bekerja. Dia juga menegaskan bahwa perusahaan tidak boleh memotong gaji ataupun THR sama sekali.

    Intinya setiap perusahaan yang membeli atau diberikan secara gratis, tanpa adanya bentuk komersialisasi. Jadi pengusaha tidak boleh memotong gaji atau THR untuk membayar vaksinasinya. Program ini pun juga bersifat opsional dan tidak memiliki unsur paksaan. Oleh sebab itu, semua perusahaan bebas untuk memilih mau mengikuti program ini atau tidak.

    Jadi kalau ada perusahaan yang ingin mengikuti secara gratis juga bisa, tetapi bila ingin ikut meringankan beban pemerintah akan lebih baik lagi. Karena vaksin ini bukan hanya sekali, mungkin setiap tahun juga dilakukan vaksinasi. Intinya selama dunia usaha punya kemampuan untuk membeli, jangan sampai terus membebankan semuanya ke pemerintah.

    Hingga sejauh ini tercatat ada sebanyak 22.736 perusahaan yang sudah melakukan registrasi untuk membeli vaksin ini. Bahkan, dia optimistis angka ini juga bisa meningkat lagi seiring banyaknya para perusahaan yang juga ikut mendaftar.

    Bahkan, tak hanya para perusahaan, sektor UMKM ternyata juga tertarik bergabung dalam program ini. Tercatat ada sebanyak 7.000 UMKM yang sudah mendaftar untuk mengikuti program ini.

    Namun, nayatanya tidak semua perusahaan di suatu wilayah tertentu yang ikut serta dalam program ini. Berdasarkan keterangan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Bekasi Sutomo menyatakan, sejauh ini baru sekira 10 persen dari jumlah perusahaan di wilayah tersebut yang menyanggupi ikut-serta program vaksin gotong-royong bagi pegawainya.

    Perusahaan yang menyanggupi hal itu langsung mendaftar ke Kadin. Padahal, Kabupaten Bekasi merupakan salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia, dengan banyak perusahaan tersebar dari level mikro hingga multinasional.

    Ia menjelaskan, situasi dunia usaha saat ini masih belum sepenuhnya pulih sejak pandemi terjadi pada awal tahun lalu. Sebagian besar perusahaan masih mencoba bangkit, sehingga opsi untuk ikut program vaksinasi gotong-royong belum jadi prioritas.  

    Tak ada jaminan bahwa jika karyawan sudah divaksin maka tidak ada lagi kasus Covid-19 yang ditemukan di lingkungan perusahaan. Mungkin bagi perusahaan besar, hal ini masih kelihatannya baik-baik saja, tetapi untuk perusahaan yang middle-low ini cukup menjadi waktu yang sulit bagi mereka.

    Selain itu, Ketua Kadin Kalimantan Barat Joni Isnaini memastikan bakal menyukseskan pelaksanaan vaksinasi gotong royong. Menurut dia, saat ini, Kadin Kalbar masih melakukan pendataan perusahaan-perusahaan yang akan ikut serta.

    Joni mengklaim, sejauh ini sudah ada sejumlah perusahaan yang telah melakukan koordinasi. Pihaknya juga berkomunikasi dengan Klinik Prodia untuk memfasilitasi pelaksanaan penyuntikan. Joni juga menjelaskan, vaksinasi gotong royong adalah bentuk dukungan dunia usaha kepada pemerintah dalam upaya pemerataan vaksin Covid-19.

    Vaksinasi Covid-19 ini mungkin menjadi salah satu faktor dominan yang memberikan dampak positif bagi ekonomi dan sektor kesehatan. Untuk itu dibutuhkan sinergi antara Kadin, pelaku usaha, dan pekerja untuk mendukung program vaksinasi gotong royong ini.

    Karena kesehatan merupakan kerangka perekonomian nasional. Untuk itu dengan adanya vaksin  ini, maka perekonomian Indonesia akan semakin maju dan berkembang ke arah yang positif.

    Covid-19 Covid-19
    Lismei Yodeliva
    Lismei Yodeliva