sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pulang mudik, pikirkan dampak keselamatan orang sekitar

Libur panjang pasti menyenangkan. Itu dulu. Sekarang, pada masa pandemi Covid-19, orang harus juga mempertimbangkan dampak yang ditimbulkan.

Lismei Yodeliva
Lismei Yodeliva Rabu, 19 Mei 2021 08:02 WIB
Pulang mudik, pikirkan dampak keselamatan orang sekitar

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan, dampak dari setiap libur panjang memang baru terlihat pada dua-tiga minggu kemudian. Selain itu data perkembangan saat ini, belum menunjukkan dampak dari adanya libur dan kegiatan mudik Lebaran.

Yang  jelas, ia berharap momentum libur panjang Idulfitri 1442 Hijriah tidak menimbulkan lonjakan kasus Covid-19. Ia mengingatkan,  sekalipun pada minggu lalu kasus positif dan kematian menunjukkan penurunanan, semua pihak tidak terlena.  Itu sebabnya, masyarakat yang baru saja kembali dari bepergian hendaknya melakukan karantina mandiri selama 5 x 24 jam sebagai bentuk tanggung jawab terhadap orang-orang di sekitarnya.

Wiku juga mengatakan bahwa khususnya bagi kantor-kantor yang pegawainya melakukan perjalanan antarbatas daerah selama libur Idulfitri, agar mewajibkan pegawainya melakukan karantina mandiri sebelum kembali ke kantor.

Untuk efektivitasnya, seluruh posko desa dan kelurahan diminta memantau masyarakat yang melakukan perjalanan agar melaksanakan karantina mandiri selama 5 x 24 jam. Hal ini perlu menjadi perhatian agar masyarakat dan penanganan di wilayahnya masing-masing berjalan optimal.

BACA JUGA

    Jika melihat perkembangan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia perlahan berangsur membaik. Perkembangan baik ini dapat dilihat dari jumlah kasus aktif yang terus menurun setiap harinya hingga mencapai di bawah 90 ribu kasus atau per 17 Mei 2021 di angka. 89.129 kasus dengan persentase 5,1 persen.

    Adapun kasus aktif dunia di angka 10,9 persen. Sementara, pasien sembuh terus bertambah setiap harinya hingga mencapai 1.606.611 atau persentasenya 92,1 persen, sedangkan seluruh dunia di angka 87,1 persen. Kasus kematian 48.305 atau 2,76 persen, seluruh dunia 2,1 persen.

    Pada perkembangan mingguan berdasarkan data per 16 Mei 2021, pada kasus positif terjadi penurunan kasus 28,4 persen. Terdapat lima provinsi dengan kenaikan kasus tertinggi mingguan, yakni Jawa Tengah naik 148 (2.591 vs 2.739), Kepulauan Riau naik 57 (932 vs 989), Sumatera Utara naik 38 (536 vs 574), Sulawesi Utara naik 18 (24 vs 42).

    Angka kematian minggu ini juga mengalami penurunan  11,1 persen. Ada lima provinsi dengan kenaikan kematian tertinggi, yakni Sulawesi Utara naik 24 (3 vs 27), Kalimantan Tengah naik 19 (3 vs 22), Jawa Tengah naik 19 (237 vs 256), Kepulauan Riau naik 13 (14 vs 27), dan Lampung naik 12 (20 vs 32).

    Sponsored

    "Kasus positif dan kematian didominasi provinsi di luar pulau Jawa, kecuali satu provinsi, yakni Jawa. Provinsi-provinsi ini mengalami kenaikan bahkan sebelum efek libur Idulfitri dan mudik," jelasnya.

    Sementara pada angka kesembuhan mingguan, menurun 12,5 persen. Namun, terdapat lima provinsi dengan kenaikan kesembuhan tertinggi, yaitu Riau naik 1.068 (2.765 vs 3.833), Sulawesi Utara naik 632 (323 vs 955), Jawa Tengah naik 355 (3.888 vs 4.243), Kalimantan Barat naik 308 (553 vs 861), dan Lampung naik 401 (34 vs 435).

    Karantina Mandiri 5 x 24 Jam

    Masyarakat yang merasa melakukan mudik ke kampung halaman pada Lebaran tahun ini diminta kesadarannya melakukan karantina mandiri setelah pulang ke domisili tempat tinggalnya.

    "Karantina ini merupakan hal yang penting dan harus dilakukan sehingga dapat mencegah terjadinya penularan Covid-19 kepada orang-orang terdekat," Wiku.

    Agar karantina mandiri ini berjalan efektif, Satgas Covid-19 di daerah setempat diminta mengoptimalkan peran pos komando (posko) Covid-19 di tempat tinggal yang bersangkutan. Posko akan bertugas mendata, melaporkan dan memastikan seluruh pelaku perjalanan melakukan karantina mandiri. Fasilitas kesehatan terdekat juga harus dikoordinasikan agar jika ada kasus positif Covid-19 dapat dilakukan penanganan.

    Pemerintah daerah (pemda) memiliki peran strategis dalam mengendalikan kasus yang ada di daerahnya masing-masing. Sebab, karakteristik masyarakat Indonesia dengan wilayah kepulauan dan memiliki kepadatan penduduk terbesar keempat di dunia. Untuk itu, dibutuhkan peran aktif dari daerah agar mengimplementasikan kebijakan penanganan Covid-19 yang sudah ditentukan pemerintah pusat.

    Dengan sistem pemerintahan yang ter-desentralisasi dan otonomi daerah, peran pemda sangat penting. Karena pemda merupakan bagian dari Satgas Covid-19 di daerah, dan keberhasilan penanganan Covid-19 ditentukan satgas daerah bersama jajaran pemda.

    Peran satgas daerah telah diatur di dalam Peraturan Presiden No. 82 Tahun 2020, dan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No. 440/5184/SJ yang ditujukan kepada gubernur, bupati wali kota. Dalam aturan tersebut memberikan otoritas bagi pemda melakukan langkah mitigasi sesuai karakter geografis dan sosial kemasyarakatan serta budaya.

    "Hal ini tidak terlepas dari keunikan yang dimiliki setiap daerah. Oleh karena itu saya meminta kepada satgas dan pemerintah daerah untuk dapat menjalankan kewenangan ini dengan baik agar kasus Covid-19 di daerah dapat ditekan," lanjut Wiku.

    Bagi masyarakat, juga memiliki peran penting mendukung upaya penanganan pemerintah dengan cara mematuhi peraturan yang sudah ditetapkan termasuk menjalankan skenario pengendalian sesuai zonasi RT di wilayah masing-masing. Kepatuhan masyarakat merupakan bentuk kontribusi yang penting terhadap efektivitas penanganan yang dilakukan pemerintah.

    Skrining Berlapis

    Meskipun pemerintah telah melarang mudik Lebaran tahun ini, hasil survei Kementerian Perhubungan memeprkirakan pemudik melebihi 1,5 juta orang. Para pemudik itu juga diperkirakan akan kembali lagi ke kota-kota besar, terutama Jakarta, dengan pergerakan puncak arus balik diprediksi setelah tanggal 21 Mei 2021.

    Jubir Satgas Penanganan Covid-19  Wiku Adisasmito menjelaskan hasil survei Litbang Kementerian Perhubungan pada Mei 2021 itu memprediksi pergerakan arus balik pada puncaknya mencapai 37 persen atau diperkirakan mencapai 2,6 juta orang. Terutama pada arus balik pemudik dari Pulau Sumatera menuju Jawa, dan arus balik pemudik yang ada di Pulau Jawa.

    Oleh karena itu, menurut Wiku pemerintah terus mempertebal upaya pengendalian Covid-19 dengan skrining berlapis. Pemerintah sebelumnya telah melakukan upaya antisipasi yang tertuang dalam Adendum Surat Edaran Satgas Covid-19 No. 13 Tahun 2021.

    Yakni, pengetatan mobilitas saat pra dan peniadaan mudik diberlakukan dengan kewajiban surat tes negatif  Covid-19 yang sampel diambil dalam waktu 24 jam. Kewajiban ini belaku untuk seluruh moda transportasi dalam periode 18 - 24 Mei 2021. Lalu, meningkatkan jumlah tes kesehatan secara acak di berbagai titik strategis.

    Dalam implementasinya di lapangan, upaya yang sudah ada ini diperketat lagi dengan skrining berlapis seperti penambahan personil dan penambahan upaya testing di titik-titik penyekatan strategis. Pengintensifan skrining berlapis ini, khususnya di sejumlah hot spot sudah diterapkan sejak 15 Mei lalu.

    Dengan rincian, bagi pelaku perjalanan dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa harus melaui rapid tes antigen wajib di Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Dalam upaya ini ditangani langsung oleh satgas khusus yang dikoordinasi Satgas Covid-19 Lampung. Skrining berlapis di pintu keluar-masuk Pulau Sumatera ini, dikarenakan dalam 1,5 bulan terakhir atau periode Januari - Mei terjadi peningkatan angka kasus dan angka kematian di provinsi-provinsi di Pulau Sumatera.

    Selain di Pulau Sumatera, pengetatan juga dilakukan bagi para pelaku perjalanan menuju Jakarta yang berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan wilayah lainnya di Pulau Jawa. Para pemudik ini akan dikenakan tes kesehatan secara acak di titik-titik penyekatan. Seperti di jalan tol dan jalan nasional yang dilakukan bersama oleh satgas daerah, dinas kesehatan, unsur Polri, maupun unsur pengelola fasilitas jalan tol.

     "Perlu ditekankan, baik mandatory check tetap berlaku bagi pelaku perjalanan yang memanfaatkan moda transportasi udara, kereta api, laut maupun penyeberangan. Dan random testing bagi perjalanan rutin moda transportasi laut dan darat di seluruh Indonesia," jelas Wiku.

    Untuk mendukung lancarnya upaya skrining berlapis ini, pemerintah pusat juga mendukung dengan memfasilitasi alat testing tambahan, bantuan penyediaan logistik APD (alat pelindung diri), obat-obatan, bahan medis habis pakai untuk tiga bulan kedepan dari  Kementerian Kesehatan dengan dibantu pendistribusiannya oleh Satgas Penanganan Covid-19.

    Sedangkan pemerintah daerah akan menyediakan fasilitas isolasi mandiri, yang akan diperuntukkan bagi pemudik yang positif Covid-19 berdasarkan hasil testing di lapangan. Untuk rumah sakit daerah diminta wajib meningkatkan kapasitas ruang siolasi dan kapasitas ruang perawatan Covid-19 sesuai kondisi perkembangan kterisian tempat tidur atau bed of ratio (BOR) rumah sakit tersebut.

    Antisipasi Optimal Arus Balik

    Pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi arus balik Lebaran yang diprediksi terjadi pada H+3 Lebaran dan H+7 Lebaran atau sekitar tanggal 16 dan 20 Mei 2021. Langkahnya, antara lain, meningkatkan random testing kepada pengguna angkutan jalan kendaraan pribadi dan kendaraan angkutan baik di jalan tol, jalan arteri hingga ke jalan-jalan terkecil di permukiman penduduk serta membentuk satgas khusus di Provinsi Lampung.

    Wiku menekankan, antisipasi ini dilakukan karena adanya peningkatan eskalasi kasus positif di hampir seluruh provinsi di Pulau Sumatera. Kondisinya saat ini pada Mei 2021, kontribusi kasus nasional dari Pulau Jawa turun 11,06 persen. Sebaliknya, di Pulau Sumatera kenaikan 27,22 persen. Pada angka kematian, Pulau Jawa menurun 16,07 persen dan sebaliknya Pulau Sumatera naik menjadi 17,18 persen.

    Sebagai tindak lanjut, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 telah mengeluarkan Surat No. 46/05 Tahun 2021 tentang Antisipasi Perjalanan Masyarakat Pada Arus Balik Idul Fitri 2021. "

    ”Di dalam surat ini pemerintah daerah, khususnya provinsi di Pulau Sumatera, wajib teliti dan cermat memeriksa dokumen pelaku perjalanan dalam masa arus balik," katanya dalam Konferensi Pers Bersama terkait Antisipasi Mobilitas Penduduk Paska Idul Fitri 1442 H.

    Sesuai Surat edaran No. 13 Tahun 2021, surat bebas Covid-19 meliputi hasil tes PCR, swab antigen atau GeNose. Dengan masa berlaku selama 3 x 24 jam dalam masa peniadaan mudik 6 - 17 Mei 2021. Sedangkan dalam masa pengetatan pasca-Lebaran, yakni pada 18 - 24 Mei 2021, surat bebas Covid-19 berlaku 1 x 24 untuk seluruh metode testing. Serta pelaku perjalanan diwajibkan membawa surat izin perjalanan sesuai yang disyaratkan.

    "Maka, siapapun pelaku perjalanan yang tidak sehat dan tidak mampu menunjukkan dokumen perjalanan dan surat ijin perjalanan, siapa pun itu wajib tanpa terkecuali harus putar balik dan tidak boleh melanjutkan perjalanan," lanjutnya.

    Untuk memastikan skrining yang maksimal, maka diterapkan random testing test antigen di titik-titik yang ditentukan. Dan satgas daerah Provinsi Lampung ditunjuk membentuk satgas khusus yang diketuai kapolda dan danrem setempat. Satgas khusus ini akan memeriksa seluruh dokumen dan berhak melarang pelaku perjalanan untuk menyeberang ke Pulau Jawa apabila tidak memenuhi syarat.

    "Ingat, kebijakan tambahan ini bentuk pencegahan. Pemerintah daerah memiliki andil besar menyaring pelaku perjalanan agar proses skriningnya efektif. Dan juga memastikan setiap pelaku perjalanan dalam keadaan sehat," tegas Wiku.

    Di tempat yang sama, Dirjen Perhubungan Darat (Kementerian Perhubungan) Budi Setiadi menambahkan, upaya antisipasi arus balik, akan dilakukan testing kendaraan pribadi yang masuk ke Jakarta dari arah Lampung. Pemeriksaan dilakukan di Pelabuhan Bakauheni dan diusulkan pada beberapa rest area sebelum masuk Pelabuhan Bakauheni.

    "Ini sejalan dengan Surat Edaran Satgas Covid-19 dan Peraturan Menteri Perhubungan No. 13, semua masyarakat yang akan kembali ke Jakarta akan dilakukan pengetesan menggunakan rapid test antigen. Kalau selama ini, menggunakan GeNose dan rapid test berbayar," lanjutnya.

    Menurut dia, untuk arus balik yang datang dari arah Jawa Tengah dan Jawa Barat akan masuk ke Jakarta, terdapat beberapa titik testing. Yakni, di sekitar Karawang tepatnya di Jembatan Timbang Balonggandu, Pos Tegal Bubuk Susulan dari arah Palimanan ke Jatibarang serta yang datang dari Indramayu ke arah Jatibarang. "Dengan demikian, nanti pengguna sepeda motor yang masuk Jabodetabek dengan menggunakan jalan nasional, akan kena pada tiga titik yang saya sampaikan tadi."  

    Dan untuk kendaraan pribadi di jalan tol juga dilakukan testing pada 21 titik yang terbagi di 13 rest area dan 5 di gerbang utama pintu tol mulai dari pintu tol Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Termasuk juga yang datang dari arah Merak pada dua titik, yakni di rest area.

    Covid-19 Covid-19
    Lismei Yodeliva
    Lismei Yodeliva
    Ramai-ramai melepas jerat fast fashion

    Ramai-ramai melepas jerat fast fashion

    Sabtu, 12 Jun 2021 08:10 WIB
    Pilu di balik pembatalan ibadah haji

    Pilu di balik pembatalan ibadah haji

    Jumat, 11 Jun 2021 07:19 WIB