sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Efektivitas Sinovac mampu kurangi angka kematian akibat Covid-19

Kementerian Kesehatan merilis hasil kajian cepat mereka perihal efektivitas penggunaan Vaksin Sinovac terhadap 128.290 tenaga kesehatan.

Lismei Yodeliva
Lismei Yodeliva Jumat, 21 Mei 2021 21:00 WIB
Efektivitas Sinovac mampu kurangi angka kematian akibat Covid-19

Hasilnya, vaksin buatan perusahaan farmasi Cina itu efektif mencegah kematian akibat Covid-19 hingga 98 persen pada hari ke-28 hingga ke-63 setelah penyuntikan dosis kedua. Efektivitas vaksin ini juga terlihat dari kerja vaksin yang dapat mencegah seseorang mengalami gejala Covid-19, seperti batuk, pilek, hingga demam. Dari hasil penelitian, disebutkan kemampuannya mencegah gejala Covid-19 mencapai 94 persen.

Menurut Ketua Tim Peneliti Efektivitas Vaksin Kemenkes Pandji Dhewantara dikutip dari laman resmi Kemenkes, vaksinasi Covid-19 menurunkan risiko perawatan dan kematian sampai 98 persen, jauh lebih besar dibandingkan pada individu yang baru menerima dosis pertama.

Selain itu, kajian ini juga menunjukkan efektivitas vaksin mencegah seseorang dirawat di rumah sakit akibat Covid-19, mencapai rata-rata 96 persen. Studi Kemenkes ini dilakukan terhadap 128.290 tenaga kesehatan di DKI Jakarta selama periode 13 Januari – 18 Maret 2021.

Sebanyak 82 ribu relawan ada di kelompok usia 18 hingga 49 tahun, sementara sisanya adalah relawan di atas 50 tahun. Para relawan dipantau dari sejak penyuntikan dosis pertama maupun dosis kedua. Mereka dipantau hingga 63 hari setelah penyuntikan dilakukan.

BACA JUGA

    Namun, Kemenkes juga menyebut ada keterbatasan dalam studi mereka soal Vaksin Sinovac. Pertama, adalah perihal inakurasi waktu terjadinya 'event' sakit sesungguhnya (tanggal onset gejala). Kedua, soal analisis yang mengacu pada tanggal pelaporan dan periode pengamatan yang ditentukan. Ketiga, tentang kemungkinan terjadi under-testing dan testing hanya dilakukan pada mereka yang bergejala.

    Kemenkes menjelaskan alasan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) sulit jalankan prokes dan dimasukkan sebagai prioritas sasaran penerima program vaksinasi nasional tahap tiga lantaran mereka dinilai sulit dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) covid-19 secara sadar.

    Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, sasaran vaksinasi tahap ketiga adalah masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi dengan target total sebanyak 63,9 juta orang se-Indonesia.

    Namun, untuk para ODGJ di jalanan yang tidak tinggal bersama keluarga, kata Nadia, proses ketetapan vaksinasi akan menjadi tanggungan Kementerian Sosial (Kemensos) dan dinas sosial (dinsos) masing-masing. Sebab, pelayanan dan sasaran vaksinasi yang dijalankan Kemenkes ditetapkan berdasarkan kepemilikan nomor induk kependudukan (NIK) KTP guna validitas data.

    Sponsored

    Perihal vaksinasi ODGJ, Menteri Sosial Tri Rismaharini pada Maret lalu sempat menyatakan pihaknya telah berupaya mengalokasikan vaksinasi untuk penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) dan untuk para ODGJ di Indonesia.

    Risma menyebut, sebanyak 142 ribu PMKS yang terdiri dari tunawisma, gelandangan, pengemis, dan fakir miskin, sudah diusulkan mendapat vaksin Covid-19.

    Sementara itu, vaksinasi yang dilakukan terhadap 60-70 persen penduduk Indonesia itu diharapkan mampu mencapai target herd immunity atau kekebalan kelompok terhadap virus corona.

    Kemenkes juga membagi program vaksinasi menjadi empat tahapan. Pertama, menyasar sebanyak 1,4 juta tenaga kesehatan, kemudian tahap kedua secara paralel menyasar sebanyak 21,5 juta lansia dan 17,3 petugas pelayanan publik.

    Kemudian tahap ketiga menyasar masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi sebanyak 63,9 juta orang. Dan tahap keempat menyasar sebanyak 77,4 juta orang yang merupakan masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya dengan pendekatan klaster sesuai dengan ketersediaan vaksin.

    Masyarakat pun diharapkan dapat mengikuti program vaksinasi dengan baik, dengan tetap mengikuti protokol kesehatan. Vaksin tidak bisa menyembuhkan seseorang yang terpapar COVID-19, namun bisa mencegah paparan virus dan mengurangi angka kematian.

    Covid-19 Covid-19
    Lismei Yodeliva
    Lismei Yodeliva