sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Warga Keluhkan 'Bertetangga' dengan Tempat Pembuangan Sampah

Apa jadinya bila harus hidup berdampingan dengan sampah?

Rahma Aida Aurelia
Rahma Aida Aurelia Senin, 13 Jul 2020 17:19 WIB
Warga Keluhkan 'Bertetangga' dengan Tempat Pembuangan Sampah

Apa jadinya bila harus hidup berdampingan dengan sampah? Yang pasti tercium bau busuk, udara tidak sehat, banyak hewan liar seperti tikus, ular dan lain-lain yang bersarang di sana.

Hal itulah yang dialami warga klaster Perumahan Oakwood, Kencana Residence, Bukit Cimanggu City (BCC), Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat.

Aktifitas pengambilan sampah. Foto Warga Klaster

Sudah 1.5 tahun terakhir ini, warga perumahan tersebut, merasa terganggu dengan keberadaan TPS aktif tersebut, salah satunya adalah Yohana Umbara (41). 

BACA JUGA

    “Kami sudah bolak-balik ke developer untuk minta relokasi TPS, tapi tidak digubris juga. Sudah lapor ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Pak Walikota Bogor langsung pun masih belum hasilnya", ujar Yohana. Sebagai informasi, pengelola perumahan Bukit Cimanggu City adalah PT. Gapura Prima.

    "Sementara sampah tetap dibuang ke TPS di belakang kami. Bahkan kemarin kami sempat menemukan ada ular kobra ukuran lumayan besar, tak jauh dari lokasi  TPS. Ini kan sangat meresahkan, karena di klaster kami banyak anak-anak kecil" tambah Yohana lagi.

    Jarak TPS yang hanya 25 meter, sangat jelas dilihat dari rumah Yohana yang merupakan salah satu dari sekitar 150-an rumah yang ada di klaster Oakwood. 

    Jarak TPS dengan rumah warga. Foto Warga Klaster

    Sponsored

    Selain bau yang menyengat, anjing liar yang berkeliaran di sekitar TPS juga kerap meresahkan dan merugikan warga sekitar. Sebab, warga sering kali kehilangan sendal yang dicuri oleh anjing liar yang mencari makan di sekitaran TPS bermasalah tersebut.

    Namun aduan yang sudah dilayangkan selama kurang lebih dua tahun ini nampaknya tak digubris oleh pihak manajemen.

    Yohana bersama warga lain melakukan investigasi, dan mendapati kalau sampah yang masuk ke TPS yang berada di dalam klaster Oakwood itu ternyata datang dari beberapa klaster yang lainnya di seputaran Kelurahan Kencana, seperti Klaster Tropical Park View, Sherwood, Charwood, dan Greenwood.

    “Setelah kami selidiki, kira-kira ada 2000an rumah yang membuang sampah ke TPS itu. Kami keberatan dan menuntut manajemen agar membuat TPS di tempat lain,” tegasnya.

    Akhirnya karena sudah tidak tahan dengan berbagai dampak negatif dari TPS tersebut, puncaknya, hari sabtu kemarin (11/7/2020) warga Oakwood menggelar unjuk rasa meminta agar TPS tersebut direlokasi segera. 

    Spanduk Penolakan TPS. Foto Warga Klaster

    Sampai berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi lebih lanjut dari pihak pengembang. (kontributor)

    Sampah Sampah
    Rahma Aida Aurelia
    Rahma Aida Aurelia