sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

WHO hindari stigma negara asal varian baru

Ada empat pelabelan yang telah ditetapkan WHO untuk menjelaskan empat varian baru mutasi virus Sars-CoV-2.

Lismei Yodeliva
Lismei Yodeliva Kamis, 17 Jun 2021 16:18 WIB
WHO hindari stigma negara asal varian baru

Pandemi Covid-19 telah melanda hampir seluruh penduduk Planet Bumi.Orang-orang yang terinfeksi penyakit ini pun telah menunjukkan berbagai gejala korona, mulai dari ringan, gejala sedang, hingga parah atau kritis.

Tahukah kamu sekarang varian baru virus penyebab Covid-19 sudah dilabeli dengan sebutan yang lebih mudah? Pelabelan ini ditetapkan WHO untuk menjelaskan empat varian baru mutasi virus Sars-CoV-2 dan menghindari stigma pada negara tempat varian ini dideteksi pertama kali.

Saat ini, berbagai varian baru pun ditemukan, karena virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, Cina, pada November 2019 ini dapat berubah bentuk. Sejumlah varian baru Covid-19 tersebut telah mendapat pelabelan baru, di mana selama ini tercatat masuk dalam kategori variant of concern (VOC) maupun variant of interest (VOI).

VOC merupakan kategorisasi buat varian virus corona (Sars-CoV-2) yang terbukti lebih menular, memicu gejala lebih parah, mengerek risiko kematian, melemahkan kemampuan antibodi melawan infeksi Covid-19, atau mengurangi kemanjuran vaksin.

BACA JUGA

    Sementara kategori VOI digunakan untuk mengelompokkan varian virus corona yang mengalami mutasi sehingga terindikasi berdampak ke peningkatan penularan, hilangnya kekebalan, peningkatan angka kasus, dan proses diagnosis Covid-19.

    Dikutip dari situs resmi Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO), pelabelan atau nama-nama baru untuk sejumlah varian Covid-19 yang diganti tersebut dilakukan untuk mempermudah pengucapan dan pelabelan non-stigma. Selama ini, penyebutan resmi untuk sejumlah varian baru virus corona memakai simbol gabungan kode huruf dan angka.

    Ada empat pelabelan yang telah ditetapkan WHO untuk menjelaskan empat varian baru mutasi virus Sars-CoV-2 dan bertujuan menghindari stigma pada negara tempat varian ini dideteksi pertama kali.

    “Label-label baru tersebut dipilih setelah konsultasi dan tinjauan luas terhadap banyak sistem penamaan potensial. WHO mengumpulkan ahli dari seluruh dunia untuk melakukannya, termasuk mereka yang menjadi bagian dari sistem penamaan sebelumnya, ahli nomenklatur dan taksonomi virus, peneliti, serta [perwakilan] otoritas nasional," demikian keterangan resmi WHO.

    Sponsored

    Meski telah membuat pelabelan nama baru berdasar alfabet Yunani, WHO menegaskan nama-nama baru ini tidak mengubah nama ilmiah untuk berbagai varian baru virus corona yang selama ini masuk kategori VOC dan VOI.

    Nama-nama yang sebelumnya sudah ditetapkan GISAID, Nextstrain dan Pango akan tetap digunakan dalam kegiatan riset karena mengandung informasi ilmiah yang penting. Ada label Alpha untuk menjelaskan varian B.1.1.7 yang dideteksi pertama kali di Inggris sejak September 2020. Label Beta untuk menjelaskan varian B.1.351 yang didokumentasikan paling awal di Afrika Selatan, yakni sejak Mei 2020.

    Lalu, ada label Gamma untuk varian P.1 yang terdeteksi paling awal di Brazil pada November 2020. Kemudian label Delta untuk mengganti penyebutan varian B.1.617.2 yang terdokumentasikan di India sejak Oktober 2020.

    Covid-19 Covid-19
    Lismei Yodeliva
    Lismei Yodeliva