BI persiapkan Induk Pengadaan Barang dan Jasa 2025

Transformasi dilakukan melalui aspek kebijakan, proses dan organisasi dan sumber daya manusia (SDM).

Ilustrasi gedung Bank Indonesia. Foto Shutterstock.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Rosmaya Hadi mengungkapkan, pandemi Covid-19 semakin mengakselerasi perubahan lingkungan strategis untuk bidang pengadaan barang dan jasa. Akibatnya, fungsi pengadaan di suatu organisasi kini menghadapi berbagai tantangan, seperti distraksi supply chain global dan krisis energi.

Pada saat yang bersamaan proses pengadaan pun dihadapan dengan pembatasan aktivitas yang tentu saja untuk mencegah penyebaran Covid-19. 

“Membuat kebutuhan barang dan jasa semakin dinamis dan bervariasi, namun tentu harus tetap kita penuhi dalam waktu yang singkat. Perubahan lingkungan strategis ini semakin mendorong kebutuhan agar fungsi barang dan jasa di suatu organisasi itu terus menyesuaikan (berevolusi)” kata Deputi Gubernur BI, dalam acara “Seminar Nasional: Perkembangan Digitalisasi Pengadaan di Indonesia, Peluang dan Tantangan” pada Rabu (8/12).

Survei dari Makenji kepada 160 pro treatment leaders di Asia Pasifik pada 2020 memperlihatkan, 81% (mayoritas) sepakat organisasi perlu mereformasikan kembali proses pengadaan. Di mana evolusi dari yang awalnya sebatas hanya peran transaksional untuk pemenuhan kebutuhan barang dan jasa bagi suatu organisasi, berubah menjadi konsep pengadaan modern.

"Artinya, kita harus mengembangkan lagi untuk memiliki peran strategis enabler dalam pencapaian visi dan misi suatu institusi, bahkan tentunya lebih luas visi dan misi sebuah negara,” jelas Rosmaya Hadi