close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Komisaris Utama Waleed Mohamed Ebrahim Alsayed (tengah) berbincang bersama Direktur Utama Indosat Ooredoo Chris Kanter (kanan) dan Direktur Utama Indosat Ooredoo 2017-2018 Joy Wahjudi (kiri) usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di gedung Ind
icon caption
Komisaris Utama Waleed Mohamed Ebrahim Alsayed (tengah) berbincang bersama Direktur Utama Indosat Ooredoo Chris Kanter (kanan) dan Direktur Utama Indosat Ooredoo 2017-2018 Joy Wahjudi (kiri) usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di gedung Ind
Bisnis
Jumat, 19 Oktober 2018 05:15

Bos baru, Indosat siapkan belanja modal Rp30 triliun

Setelah memiliki bos baru, PT Indosat Tbk. (ISAT) ancang-ancang ekspansi dengan menyiapkan belanja modal US$2 miliar setara Rp30 triliun.
swipe

Setelah memiliki bos baru, PT Indosat Tbk. (ISAT) ancang-ancang ekspansi dengan menyiapkan belanja modal US$2 miliar setara Rp30 triliun.

Direktur Utama Indosat Ooredoo Chris Kanter mengatakan perseroan menyiapkan belanja modal lebih dari US$2 miliar atau setara Rp30 triliun(kurs Rp15.000 per dollar AS).

"Saya meyakinkan pemegang saham karena komitmen belanja modal itu hal yang penting," kata Chris saat acara pisah-sambut Direktur Utama Indosat di Jakarta, Kamis (18/10).

Dia mengaku pihaknya telah meyakinkan pemegang saham Syeikh Abdullah dari Ooredoo untuk mengabulkan besaran belanja modal tersebut.

"Belum final, US$2 miliar itu masih lebih lagi, ini memang masif perubahan yang dilakukan, enggak bisa seadanya, kalau seadanya itu merugikan," katanya.

Besaran belanja modal tersebut dibutuhkan Indosat, kata Chris, untuk melakukan transformasi besar-besaran di tiga aspek, yaitu sumber daya manusia (SDM), bisnis dan proses.

"Saya minta lebih dulu, saya mau lakukan transformasi besar-besaran, mengubah ke dalam, soal people dan bisnis ini enggak mudah," katanya.

Dia mengatakan bahwa prioritasnya saat ini adalah membenahi SDM untuk mendongkrak kinerja perusahaan.

"Modal terkuat kita terbesar adalah people, kita mau mengembangkan menjadi talent pool. Jangan kita menaruh banyak ekspatriat di Myanmar, Qatar," katanya.

Selain itu, lanjut dia, ia juga akan merampungkan pemerataan jaringan 4G hingga akhir tahun ini. "4G overlay seluruhnya akhir tahun ini sudah beres," katanya. (Ant).

img
Sukirno
Reporter
img
Sukirno
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan