Singaraja Putra bentuk anak usaha baru usai IPO

PT Singaraja Putra Tbk. (SINI) melepas sebanyak 450 juta lembar saham ke publik.

PT Singaraja Putra Tbk. (SINI) resmi mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (8/11). Alinea.id/Annisa Saumi

PT Singaraja Putra Tbk. (SINI) resmi mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (8/11). Singaraja Putra menjadi emiten tercatat ke-43 di BEI pada tahun ini.

Direktur Utama Singaraja Putra Erick T. Tjandra mengatakan perseroan melepas sebanyak 450 juta lembar saham ke publik. Singaraja Putra merupakan emiten yang bergerak di bidang hospitality dan memiliki entitas bisnis yang bergerak di bidang pengolahan kayu yang berorientasi ekspor khusunya ke Eropa dan Amerika melalui PT Interkayu Nusantara.

"Per Mei 2019, PT Interkayu Nusantara memberi kontribusi lebih 90% dari total pendapatan secara konsolidasi sebesar Rp109,6 miliar," ujar Erick di BEI, Jakarta, Jumat (8/11).

Pada pembukaan perdagangan hari ini, Jumat (8/11), saham emiten berkode SINI ini dibuka naik dari harga penawaran Rp108 per lembar saham, sebesar 69,44% sebanyak 75 poin ke level Rp183 per lembar saham. Saham ini ditransaksikan dengan volume sebanyak 400 lot dengan harga Rp7,5 juta.

Erick mengatakan dana hasil IPO yang ditargetkan sebesar Rp18,9 miliar seluruhnya akan digunakan untuk modal kerja yang meliputi renovasi dan pengadaan furnitur, peralatan elektronik, dan desain interior untuk tambahan kamar hasil kerja sama dalam pengelolaan penginapan. Selain itu, sisanya untuk modal kerja dalam rangka pendirian anak usaha yang baru.