Sekda Kaltim dorong penyaluran zakat ASN dilakukan satu pintu

Zakat yang dimaksud bukan hanya dikumpulkan sekali dalam setahun, tetapi zakat profesi setiap bulan setelah para ASN menerima gaji.

Sekda Kaltim, Sri Wahyuni menerima kunjungan Baznas Provinsi Kaltim (Foto: Instagram @pemprov_kaltim)

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Sri Wahyuni mendorong penyaluran zakat Aparatur Sipil Negara (ASN) dilakukan satu pintu. Ia mengatakan, mulai 2023, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim akan kembali mengaktivasi Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) yang ada di semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar penerimaan zakat tahun ini meningkat.

“Nanti dalam rapat dengan perangkat daerah, ini akan menjadi isu yang akan kami bawa. Agar ada kewajiban dari kepala perangkat daerah untuk mengaktivasi UPZ masing-masing,” kata Sri Wahyuni saat menerima kunjungan Ketua dan Anggota Baznas Provinsi Kaltim, Selasa (3/1).

Sri menegaskan, zakat yang dimaksud bukan hanya dikumpulkan sekali dalam setahun, tetapi zakat profesi setiap bulan setelah para ASN menerima gaji dan insentif. Menurutnya, selama ini mungkin lebih banyak pegawai menyalurkan zakat profesi mereka melalui UPZ atau berzakat di tempat lain.

“Ada baiknya pembayaran zakat dilakukan satu pintu melalui Baznas. Ini penting agar benar-benar bisa dilihat berapa sebenarnya kemampuan PNS kita dalam berzakat. Untuk tahap awal, kita akan mobilisasi zakat dari para pejabat struktural dulu,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Baznas Kaltim, Ahmad Nabhan, menyampaikan penerimaan zakat, infaq dan sedekah (ZIS) tahun 2022 sebesar Rp8,7 miliar atau mengalami peningkatan dibanding tahun 2021 sebesar Rp6,8 miliar. Salah satunya karena pandemi Covid-19 yang terus melandai.