Perang Saudara di Suriah menjadi ajang adu kekuatan dunia antara Amerika Serikat dan Rusia.
SURIAH masih menjadi medan perang bagi kekuatan dunia. Pertempuran terjadi nyaris tanpa jeda.
Dengan dalih menghabisi gerilyawan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), Amerika Serikat terus membombardir pertahanan ISIS di Raqqa. Sementara Rusia juga tiada henti menghancurkan kekuatan pemberontak yang melawan pemerintahan Presiden Bashar al-Assad.
Sayangnya, berbagai serangan AS dan Rusia kerap tidak tepat sasaran. Warga sipil Suriahlah yang menjadi korban. Jumlah korban tewas terus bertambah. Sedangkan pemberontakan kelompok anti-Assad terus berlanjut dan perlawanan ISIS belum mereda.
Ribuan warga sipil mengungsi meninggalkan Raqqa. Banyak pengungsi yang terluka akibat pengeboman jet tempur AS. Sebagian besar anak-anak juga mengalami kelaparan karena tidak ada pasokan makanan. Mengungsi menjadi solusi sementara untuk menyelamatkan diri.