Rusia lakukan invasi, NATO perkuat militer di Eropa Timur

Dari segi jumlah tentara Ukraina jelas kalah dibandingkan Rusia.

Pasukan NATO. Foto AFP

Di tengah invasi Rusia, Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara NATO memperkuat kehadiran militernya untuk membela negara-negara sekutu di Eropa Timur. 

“Kami mengerahkan pasukan pertahanan darat dan udara tambahan ke bagian timur aliansi, serta aset maritim tambahan,” kata NATO dalam pernyataan seperti dikutip dari VOA, Jumat (25/2).

Sekjen NATO Jens Stoltenberg mengatakan pada konferensi pers di Brussels, Belgia bahwa serangan Rusia adalah invasi yang disengaja, berdarah dingin dan telah lama direncanakan. Saat ini NATO menjalankan rencana pertahanan untuk negara-negara anggota.

Dari segi jumlah tentara Ukraina jelas kalah dibandingkan Rusia. Namun, para pakar militer menilai kekuatan negara ini jauh lebih siap dibanding 2014 lalu. Ukraina juga diketahui memberlakukan wajib militer untuk situasi genting bagi warga negara berusia 18-60 tahun. Jika dihitung, tentara Ukraina hanya sekitar 360 ribu sedangkan Rusia memiliki sekitar 900 ribu tentara. Sebelumnya ada 100 ribu tentara Rusia yang berjaga di perbatasan Ukraina.

Dalam pidato yang disiarkan televisi, Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan apa yang ia sebut operasi militer khusus di wilayah Ukraina sebelah timur sebagai tanggapan atas apa yang disebutnya sebagai ancaman Ukraina. Putin memperingatkan negara-negara lain agar tidak mengintervensi. Jika negara-negara yang sebenarnya tidak terlibat melakukan campur tangan, kata Putin, mereka akan menghadapi konsekuensi yang belum pernah mereka alami.