Setelah 23 tahun, AS-Sudan akan kembali bertukar dubes

Rencana itu menjadi sinyal terbaru menghangatnya hubungan kedua negara.

Ilustrasi / Pixabay

Amerika Serikat dan Sudan berencana memulai kembali pertukaran duta besar setelah kosong selama 23 tahun. Demikian disampaikan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada Rabu.

Rencana itu menjadi sinyal terbaru menghangatnya hubungan kedua negara.

Relasi antara Washington dan Khartoum membaik sejak penggulingan Presiden Omar al-Bashir pada April lalu dan pembentukan pemerintah transisi sipil pada Agustus. Pengumuman pertukaran duta besar itu muncul saat Perdana Menteri Sudan Abdalla Hamdok untuk pertama kalinya melakukan lawatan ke Washington pada Rabu.

"Keputusan ini menjadi salah satu langkah maju yang berarti dalam memperkuat hubungan bilateral AS-Sudan, terutama karena pemerintah transisi yang dipimpin sipil berupaya mewujudkan reformasi besar-besaran di bawah perjanjian politik dan deklarasi konsitusional pada 17 Agustus 2019," kata Pompeo memuji Hamdok.

Washington dan Khartoum terlibat perselisihan selama beberapa dekade. Pemerintah AS menambahkan Sudan ke dalam daftar negara pendukung terorisme pada 1993. 
AS menduga bahwa pemerintah Bashir mendukung kelompok teroris. Dugaan tersebut membuat Sudan secara teknis tidak memenuhi syarat untuk keringanan utang dan keuangan dari IMF dan Bank Dunia.