Bantu pulihkan ekonomi, Bank DKI kucurkan kredit ke UMKM

Bank DKI berikan kredit pemula dan penyaluran dana percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut kasus pembobolan Bank DKI yang merugikan bank tersebut hingga Rp50 miliar disebabkan oleh kelemahan vendor. / Instagram Bank DK

Pemprov DKI terus melakukan beberapa terobosan untuk memulihkan aktivitas ekonomi di ibu kota. Salah satunya, memulihkan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang merupakan sektor paling terdampak wabah pandemi Covid-19.

Asisten Perekonomian dan Keuangan DKI, Sri Haryati mengungkapkan, ada tiga hal yang dilakukan pemprov untuk memulihkan sektor UMKM. Salah satunya adalah pemberian kredit pemula dan penyaluran dana percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) oleh Bank DKI.

"Program pemberian kredit Monas Pemula, ada Monas 25 Jakpreneur dan penyaluran dana PEN oleh Bank DKI. Diharapkan, ini dapat memberikan manfaat kepada pelaku UMKM sebagai tambahan modal kerja maupun investasi," ujar Sri Haryati di Jakarta, Minggu (13/9).

Selain penyaluran kredit, pihaknya juga melakukan relaksasi perizinan usaha mikro dan kecil. Hingga 8 September 2020, ada 50.902 izin UMKM yang telah diterbitkan dengan omzet mencapai Rp399 miliar.  Dia menambahkan, Pemprov DKI juga membidani pembentukan koperasi di kampung-kampung prioritas.

Direktur Kredit UMK dan Usaha Syariah Bank DKI, Babay Farid Wazdi mengatakan, Bank DKI memiliki peran dalam pembangunan ekonomi di Jakarta. Pihaknya mengucapkan terimakasih kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Keuangan RI yang telah mempercayakan Bank DKI untuk dapat berkontribusi dalam program percepatan PEN.