BMKG sebut gempa di Laut Flores akibat patahan geser

Gempa bumi yang terjadi merupakan gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar atau patahan aktif di Laut Flores.

ilustrasi. foto Pixabay

Kepala Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Indonesia (BMKG), Dwikorita Karnawati mengatakan gempa bumi yang terjadi Laut Flores terjadi karena adanya patahan geser. Gempa berkekuatan 7.4 Magnitudo terjadi pada kedalaman pusat gempa 10 kilometer, berpotensi tsunami berstatus waspada di sejumlah lokasi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur.

"Kejadian pada hari ini, Pukul 11.20 WITA di wilayah Laut Flores. Hasil analisis BMKG menunjukan gempa bumi ini berkekuatan 7.4 Magnitudo, terdeteksi di 113 kilometer barat laut Kota Larantuka, Flores, Nusa Tenggara Timur pada kedalaman pusat gempa 10 kilometer," kata Dwikorita dalam konferensi pers yang disiarkan Youtube Info BMKG, Selasa (14/12).

Rita menjelaskan, dengan memperhatikan lokasi epicenter dan kedalaman, gempa bumi yang terjadi merupakan gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar atau patahan aktif di Laut Flores.

"Hasil analisis menunjukkan bahwa gempa bumi  mekanismenya adalah geser. Saya ulangi, gempa bumi terjadi akibat adanya patahan geser," jelas dia.

Menurut dia, dampak gempa bumi menyebabkan goncangan yang dirasakan di daerah Ruteng, Labuan Bajo, Larantuka, Maumere, Adonara dan Lembata dengan intensitas guncangan skala 3 hingga 4 MMI atau dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah di siang hari.