Cerita di balik kemeriahan final Piala Presiden

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dicegah untuk mendampingi Presiden Jokowi dalam penyematan medali dan penyerahan piala.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan/AntaraFoto.

Final Piala Presiden yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno menyisakan kisah tersendiri. Bukan karena perilaku suporter atau terkait jalannya pertandingan antara Persija Jakarta melawan Bali United.

Namun, pandangan tertuju pada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang tak diperkenankan untuk turun ke lapangan saat Presiden Joko Widodo hendak menyematkan medali sekaligus penyerahan piala. Bahkan, beredar video mantan Mendikbud itu dihalangi oleh seseorang berambut cepak untuk turut mendampingi Jokowi menemui tim juara, yakni Persija Jakarta usai mengempaskan Bali United tiga gol tak berbalas.

Anies pun akhirnya batal mendampingi Jokowi dan kembali duduk di tribun VVIP.

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah menilai penghalangan terhadap Anies Baswedan sebagai tindakan yang keterlaluan. Bahkan, ia meminta Sekretariat Negara untuk melakukan evaluasi lantaran berkaitan dengan pelanggaran terhadap hukum dan melanggar UU Protokoler.

“Kejadian tersebut juga memalukan kami, merupakan tindakan yang sangat tidak pantas dan tidak etis, karena di depan mata seluruh rakyat Indonesia, Sekretariat Negara mempraktikkan satu tindakan yang memalukan," ujar Fahri kepada Alinea, Senin (19/2).