Kasus infeksi varian baru Covid-19 mendominasi di Inggris

Hal ini terjadi karena galur B117 mudah menular, 17% lebih cepat dibandingkan varian sebelumnya.

Ilustrasi. Freepik

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Zubairi Djoerban, menyatakan SARS-CoV-2 galur B117, yang pertama kali dideteksi di Inggris, memiliki tingkat penularan 71% lebih cepat. Kasus infeksinya di "The Black Country" pun sudah mendominasi

“Virus ini sudah naik 90% dalam kurun waktu dua minggu. Saat ini, penyebaran virus lama hanya sekitar 10% di Inggris," ujarnya dalam webinar "Membedah Regulasi Larangan Masuk Bagi Warga Asing", Selasa (29/12). Sudah ada 1.108 kasus infeksi varian baru yang terdeteksi di Inggris per 13 Desember 2020.

"Virus ini sangat mudah menular. Namun, para ahli sangat yakin, bahwa virus B117 ini tidak lebih mematikan," imbuhnya.

Zubairi melanjutkan, Inggris mengalami penurunan kasus terkonfirmasi sejak November 2020, kecuali di Kent dan Medway. Setelah melakukan penelitian, ditemukan SARS-CoV-2 galur B117 dan kini menjadi perhatian.

Meski demikian, tes polymerase chain reaction (PCR) yang digunakan untuk mendeteksi keberadaan Covid-19 masih bisa digunakan. "Jadi, tidak perlu khawatir untuk diagnosis," jelasnya.