Pemerintah perbolehkan mudik, Indonesia akan masuk 5 besar kasus Covid-19 global

Ini merujuk hasil perhitungan sederhana yang dilakukan pendiri LSI, Denny JA.

Warga Aceh mudik melalui Pelabuhan Penyeberangan Meulaboh-Sinabang, Desa Gampong Teugoh, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, Aceh, Senin (30/3/2020). Foto Antara/Syifa Yulinnas.

Pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny JA, menyatakan, Indonesia berpeluang masuk lima besar negara yang paling terpapar coronavirus baru (Covid-19). Hal itu akan terjadi, apabila pemerintah pusat tak melarang mudik Lebaran 2020.

"Saat ini lima negara yang paling terpapar virus corona atau Covid-19, yakni Amerika Serikat (AS) urutan pertama sebanyak 245.380 kasus; kedua, Spanyol (117.710 kasus); ketiga, Italia (115.242 kasus); keempat, Jerman (85.263 kasus); dan kelima, China (81.620 kasus)," ucapnya, Sabtu (4/4).

Merujuk data Johns Hopkins University pada Sabtu, pukul 16.05 WIB, terdapat 278,458 kasus positif di AS. Disusul Italia 119,827 kasus, Spanyol 119,199 kasus, Jerman 91,159 kasus, dan Prancis 83,029 kasus.

"Katakanlah Indonesia tetap mengasumsikan mudik tahun 2020 pada angka 14,9 juta jiwa se-Tanah Air. Di kampung halaman, para pemudik akan berinteraksi dalam kultur komunal. Mereka berjumpa keluarga besar, tetangga, sahabat," tuturnya.

Apabila rerata per satu pemudik berinteraksi dengan tiga orang, jumlah kontak dengan sesama menembus 45 juta jiwa. Seumpama 1% dari angka itu yang terjangkit virus SARS-CoV-2, maka kasus positif baru pascamudik mencapai 450.000 orang.