sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Pemerintah perbolehkan mudik, Indonesia akan masuk 5 besar kasus Covid-19 global

Ini merujuk hasil perhitungan sederhana yang dilakukan pendiri LSI, Denny JA.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Sabtu, 04 Apr 2020 16:21 WIB
Pemerintah perbolehkan mudik, Indonesia akan masuk 5 besar kasus Covid-19 global
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 26473
Dirawat 17552
Meninggal 1613
Sembuh 7308

Pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny JA, menyatakan, Indonesia berpeluang masuk lima besar negara yang paling terpapar coronavirus baru (Covid-19). Hal itu akan terjadi, apabila pemerintah pusat tak melarang mudik Lebaran 2020.

"Saat ini lima negara yang paling terpapar virus corona atau Covid-19, yakni Amerika Serikat (AS) urutan pertama sebanyak 245.380 kasus; kedua, Spanyol (117.710 kasus); ketiga, Italia (115.242 kasus); keempat, Jerman (85.263 kasus); dan kelima, China (81.620 kasus)," ucapnya, Sabtu (4/4).

Merujuk data Johns Hopkins University pada Sabtu, pukul 16.05 WIB, terdapat 278,458 kasus positif di AS. Disusul Italia 119,827 kasus, Spanyol 119,199 kasus, Jerman 91,159 kasus, dan Prancis 83,029 kasus.

"Katakanlah Indonesia tetap mengasumsikan mudik tahun 2020 pada angka 14,9 juta jiwa se-Tanah Air. Di kampung halaman, para pemudik akan berinteraksi dalam kultur komunal. Mereka berjumpa keluarga besar, tetangga, sahabat," tuturnya.

Apabila rerata per satu pemudik berinteraksi dengan tiga orang, jumlah kontak dengan sesama menembus 45 juta jiwa. Seumpama 1% dari angka itu yang terjangkit virus SARS-CoV-2, maka kasus positif baru pascamudik mencapai 450.000 orang.

"Angka 450.000 korban Covid-19 pascamudik ini sudah melampaui populasi korban di Amerika Serikat, yang kini berada di puncak negara paling terpapar," ungkapnya mengingatkan.

Karenanya, bagi Denny, tidak cukup pemerintah sekadar mengimbau pemudik melakukan swakarantina dua pekan. Apalagi cuma ditetapkan sebagai orang dalam pemantauan (ODP) atau pasien dalam pengawasan (PDP).

"Dilihat jumlah pemudik sebanyak 14,9 juta jiwa itu, apakah pemudik akan dapat diisolasi dengan ketersediaan rumah sakit (RS) atau infrastruktur saat ini?" tanyanya.

Sponsored

Dirinya melanjutkan, jumlah kasus positif Covid-19 di 32 provinsi pada 3 April 2020 sebanyak 1.986 orang. Sejumlah 181 orang di antaranya meninggal dunia dan 134 lain sembuh. Ini menyebabkan banyak RS dan tenaga medis kekurangan fasilitas.

Untuk itu, dia mengusulkan kepada pemerintah melakukan dua hal. Pertama, melarang mudik disertai kontrol ketat pihak keamanan di seluruh jalur pulang kampung. Terakhir, mencari solusi kepada orang yang ingin mudik karena kesulitan ekonomi saat tetap tinggal di perantauan.

"Ini memang situasi tidak normal. Mudik biasanya begitu hangat dan menggembirakan. Kini mudik justru menakutkan. Namun, pemerintah pusat berada dalam posisi menentukan bagaimana mudik 2020 akhirnya dikenang," tutup Denny. (Ant)

Berita Lainnya