close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Aparat kepolisian berjaga saat melakukan penggeledahan di lokasi terduga teroris di Riau./ Antara Foto
icon caption
Aparat kepolisian berjaga saat melakukan penggeledahan di lokasi terduga teroris di Riau./ Antara Foto
Nasional
Minggu, 18 Agustus 2019 19:58

Polisi belum pastikan penyerang Polsek Wonokromo anggota JAD

Polisi masih menyelidiki keterkaitan pelaku dengan JAD, karena mempelajari konten teror dari media sosial Aman Abdurrahman.
swipe

Pelaku penyerangan terhadap Polsek Wonokromo, belajar secara autodidak sebelum melakukan aksinya pada Sabtu (17/8). Konten yang ia pelajari berasal dari media sosial milik pimpinan Jemaah Ansharut Daulah (JAD), Aman Abdurrahman.

Namun demikian, polisi belum memastikan pelaku bernama Imam Mustofa alias Ali merupakan anggota JAD. Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera mengakui, dugaan pelaku anggota JAD memiliki kemungkinan kuat.

"Itu nanti Densus 88 yang menjelaskan, ya. Sementara dugaan kuat ke arah sana," kata Barung di Mapolda Jatim, Surabaya, Minggu (18/8).

Dia menjelaskan, penanganan kasus ini telah diambil oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri. Karena itu, Barung mengaku tak memiliki kewenangan untuk menjelaskannya

Menurutnya, Densus telah memeriksa istri dan anak Imam. Keterangan yang diperoleh dari hasil pemeriksaan ini, diyakini akan mengantarkan petugas pada fakta dan temuan lain.

Sejauh ini, Imam diketahui melakukan aksinya setelah seorang diri dengan mempelajari konten yang dibagikan Aman Abdurrahman di media sosial. Pendiri JAD tersebut, telah divonis hukuman mati atas kasus terorisme yang dilakukannya. 

Imam Mustofa alias Ali melakukan serangan di Polsek Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur, pada Sabtu (17/8). Imam melakukannya seorang diri.

Dalam menjalankan aksinya, Imam yang juga diduga anggota ISIS, berpura-pura melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Wonokromo.

Di tengah proses pelaporan, ia tiba-tiba mengeluarkan celurit dan berusaha menebas petugas piket yang melayaninya. Sabetan celurit mengenai anggota SPKT polsek Aiptu Agus Sumartono dan Briptu Febian.

Mengetahui hal ini, petugas yang lain berusaha melumpuhkan Imam. Teriakan petugas yang terkena bacokan celurit Imam, membuat sejumlah anggota lain datang membantu dan menembak Imam.

Polisi mengamankan barang bukti berupa satu buah celurit, ketapel dengan amunisi kelereng, senpi soft gun hitam,  kaos warna hijau, alat mandi, tas ransel hitam,
dua lembar kertas fotocopy bertuliskan lambang ISIS, dan kerupuk.

img
Adi Suprayitno
Reporter
img
Gema Trisna Yudha
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan