Berdasarkan data Posko Satgas PRR hingga 23 Juli 2026, sebanyak 1.832 unit atau 4,90 persen dari total kebutuhan huntap sedang dalam proses pembangunan. Selain itu, 401 unit telah rampung dan siap dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak.
Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera terus mempercepat pembangunan 37.373 unit hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh. Penyediaan hunian yang aman dan layak menjadi prioritas dalam program pemulihan permanen pascabencana periode 2026–2028.
Berdasarkan data Posko Satgas PRR hingga 23 Juli 2026, sebanyak 1.832 unit atau 4,90 persen dari total kebutuhan huntap sedang dalam proses pembangunan. Selain itu, 401 unit telah rampung dan siap dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak.
Kepala Posko Wilayah Aceh Satgas PRR, Safrizal ZA, mengatakan pemerintah terus mendorong agar pembangunan huntap berjalan lebih cepat, serentak, dan tetap memenuhi ketentuan teknis. Pada 2026, pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp2 triliun melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk menyelesaikan sebagian kebutuhan hunian hingga Desember.
“Fokus pemerintah saat ini adalah penyelesaian hunian tetap. Sebanyak 1.832 unit atau 4,90 persen sedang dalam proses pembangunan dan 401 unit telah selesai. Pada tahun ini juga telah dialokasikan anggaran sekitar Rp2 triliun melalui Kementerian PKP untuk menyelesaikan sebagian kebutuhan huntap hingga Desember 2026,” kata Safrizal di Banda Aceh, Jumat (24/7/2026).
Pembangunan huntap merupakan bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh yang memperoleh alokasi Rp58,973 triliun. Jumlah tersebut menjadi porsi terbesar dari total kebutuhan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana secara nasional sebesar Rp101,166 triliun untuk periode 2026–2028.