Seluruhnya menjadi bagian dari percepatan rehabilitasi infrastruktur nasional yang terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025.
Pembangunan sejumlah jembatan permanen di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh terus menunjukkan progres positif. Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera menargetkan lima jembatan permanen strategis di Aceh mulai rampung dan dapat difungsikan pada Juli 2026 untuk memperkuat konektivitas masyarakat pascabencana.
Lima jembatan tersebut yakni Jembatan Krueng Tingkeum di Kabupaten Bireuen, Krueng Meureudu, Ulee Langa, Lawe Mengkudu I, dan Pantai Dona. Seluruhnya menjadi bagian dari percepatan rehabilitasi infrastruktur nasional yang terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 lalu.
Salah satu proyek yang saat ini menunjukkan progres signifikan adalah pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum di Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen. Hingga 19 Mei 2026, progres pembangunan jembatan rangka baja permanen tersebut telah mencapai 51 persen.
Kehadiran jembatan permanen itu nantinya diharapkan mampu memperlancar arus transportasi masyarakat, mendukung distribusi logistik, serta memperkuat konektivitas jalur nasional wilayah barat-timur Aceh yang sempat terganggu akibat bencana.
Saat ini, sebagian material girder baja telah tiba di lokasi proyek. Dalam waktu dekat, pekerjaan akan memasuki tahap erection atau pemasangan girder baja dari abutment satu menuju pilar satu sebagai bagian penting dalam penyelesaian konstruksi.